Diposting oleh : Feriandi     Tanggal : 13 Oktober 2017 18:24     Dibaca: 145 Pembaca

Tahun 2018, OKU Baru Terapkan e-Warung di Dua Kecamatan

Syaiful Kamal Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU

Baturaja, Detik Sumsel - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) melalui Dinas Sosial (Dinsos) OKU segera menerapkan Program Warung Elektronik (e- Warung) yang mulai digalakkan oleh kementrian Sosial RI. Kepala Dinsos OKU Syaiful Kamal SKM M.Epid menargetkan Program e-Warung di OKU akan di terapkan pada tahun 2018 mendatang.

"Sesuai dengan prorgram Kemensos RI yang menerapkan e- Warung, yakni bantuan sosial berupa Non Tunai guna membantu masyarakat bawah dalam mengurangi angka kemiskinan" Kata Sayaiful yang dibincangi detiksumsel.com, jum'at (13/10).

Selain itu tambahnya, Penerapan program e-Warung ini sesuai dengan PP nomer 63 tahun 2013 tentang penanganan Farkir Miskin melalui pendekatan wilayah. Di OKU sendiri lanjut Syaiful saat ini sedang melakukan persiapan untuk penerapan program tersebut.

"Kita masih melakukan verifikasi data penerima e-Warung yang dilakukan oleh tim, verifikasi ini dilakukan untuk memastikan penerima yang tepat sasaran, karena para penerima bantuan ini merupakan orang-orang yang pernah menerima bantuan baik itu BLT, Balsm dan bantuan lainnya, ya kita ingin tahu apakah orangnya masih ada atau tidak, mungkin saja sudah meninggal, pindah atau mungkin tidak sesuai sebagai penerima" tuturnya.

Di OKU ungkapnya ada sekitar delapan ribu lebih KK atau sekitar 96.966 jiwa yang bakal menerima bantuan e-warung ini, nah jumlah inilah lanjutnya yang sedang dilakukan verifikasi.

"itu jatah di OKU, awal mulanya data tersebut dari BPS tahun 2011 dan 2015, kemudian masuk ke Kemensos TNP2K dan kita verifikasi lagi" jelasnya.

Di tuturkan Syaiful, penerapan e- Warung di OKU baru akan di mulai di dua kecamatan yakni Kecamatan Baturaja Timur dan Kecamatan Baturaja Barat, hal ini menurut Syaiful karena metode pembayaran e-warung adalah non tunai yang memerlukan akses internet untul pembayaran.

"nanti penerima bantuan diberi kartu semacam ATM, yang di isi oleh pemerintah (saldo) nah saldo ini lah yang akan dibayarkan melalui metode bisa gesek atau transfer tapi tidak bisa diuangkan, nah untuk transaksi otomotasi kita butuh jaringan internet, timur dan barat kan jaringannya sudah mumpuni" tuturnya.

Di tanya berapa banyak jumlah e-warung yang akan dibuka di OKU, Syaiful menjelaskan e-warung yajg akan dibuka disesuaikan dengan jumlah penerima di satu desa, misalnya dalam satu desa lebih dari 10 orang penerima maka bisa di buka di desa tersebut tapi jika hanya ada 3 orang di satu desa maka yang tiga ini digabung ke desa lain karena akan percuma jika hanya sedikit orangnya tapi dibuka e-warung karena yang mengelolanya nanti merupakan salah satu dari penerima ini lah.

"Untuk mengisi barangnya kemensos bekerjasama dengan bulog, intinya bahan kebutuhan pokok, makanya yang pegang kartu ini diwajibkan wanita yakni istri atau anak perempuan sebab mereka lebih mengerti soal kebutuhan pokok, dan di e-warung tidak menjual rokok" jelasnya.

Syaiful mengatakan setelah dua kecamatan ini berhasil maka akan di kembangkan di kecamatan lainnya."ya harapan kita bisa maju, dan kecamatan lain juga bisa mengikuti dan ada fasilitas jaringan internet, mungkin nanti kita biasa bekerjasama dengan telkom selaku penyedia jaringan" tandasnya (fei).

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi