Diposting oleh : Puji     Tanggal : 16 Agustus 2017 17:11     Dibaca: 193 Pembaca

Tak Diberi Solar, Andika Ancam Korbannya Dengan Samurai

Tersangka Andika yang diamankan Direktorat Polair Polda Sumsel.

Palembang, Detik Sumsel -- Lantaran permintaannya tidak dikabulkan oleh korban saat meminta bahan bakar, Andika (27) nekat mengancam korban nya dengan pedang samurai. Akibat ulahnya tersebut, Andika harus berurusan dengan pihak berwajib Direktorat Polair Polda Sumsel, setelah korbannya melapor.

Direktur Polisi Perairan Polda Sumsel, Kombes Pol Robinson Siregar menjelaskan, kejadian bermula saat itu, pelaku warga 5 Ulu Palembang ini ingin membeli bahan bakar solar pada Rozali (korban) yang saat itu berada di atas tugboat di Dermaga PT MHB Muara Merang. Namun, korban tidak memberikan apa yang diminta pelaku.

"Pelaku mau beli solar dengan korban, namun korban mengatakan solar tidak dijual. Pelaku langsung meninggalkan uang Rp 700 ribu dan setelah itu pelaku pergi meninggalkan tugboat yang ada di lokasi kejadian," ujar Robinson Siregar saat rilis di Mako Dit Polair Palembang, Rabu (16/8/2017).

Tak lama pelaku pergi, tiba-tiba pelaku datang kembali dengan membawa pedang samurai dan mengancam korban di bagian leher. Saat itu pelaku memaksa meminta solar dan uangnya agar dikembalikan.

"Korban jawab tidak ada solar dan akhirnya pelaku mengancam korban di bagian leher dengan samurai yang menyebabkan goresan atau sayatan. Karena dalam keadaan terancam akhirnya diberikan. Usai mendapatkan apa yang diinginkan, pelaku langsung pergi meninggalkan korban," ucapnya.

Ia menambahkan, pelaku berhasil dibekuk saat sedang berada dalam camp di Muara Merang, kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin. Tanpa melakukan perlawanan, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya dan langsung digiring Polisi ke Mako Dit Polair berikut barang bukti pedang samurainya.

Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda Sumsel, AKBP Zahrul Bawadi, perbuatan pelaku yang melakukan pengancaman hingga menyebabkan korban mengalami luka akan dijerat pasal berlapis.

"Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP Juncto Pasal 368 KUHP dan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun," ujarnya singkat. (oj1)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi