Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 11 Juli 2017 23:28     Dibaca: 79 Pembaca

Tak Ikuti Aturan, Pangkalan Ditutup

Pemilik pangkalan gas elpiji berada di bawah naungan PT Beringin Sakti, begitu antusias mengikuti giat sosialisasi ketersediaan gas elpiji.

Pagaralam,Detik Sumsel – Memberikan pemahaman terhadap pemilik pangkalan gas elpiji agar tidak berani main-main soal harga, PT Beringin Sakti, salahsatu agen gas elpiji di Kota Pagaralam menggelar sosialisasi dan pembinaan kepada para pangkalan.

Dalam sosialisasi sekaligus pembinaan ini, diikuti seluruh pemilik pangkalan gas elpiji di bawah naungan agen elpiji PT Beringin Sakti, serta dihadiri pula perwakilan dari anggota Polres Pagaralam Sat Intel Unit 2 Bidang Ekonomi, Brigpol Heru Agung Sedayu SE, pada saat bersamaan juga ikut berbincang-bincang, terkait penjualan gas elpiji 3 kg.

“Arahan maupun pembinaan, agar pemilik pangkalan gas elpiji jangan sampai menjual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Bagaimanapun juga, keberadaan gas elpiji 3kg memang khusus diperuntukkan bagi masyarakat miskin,” ungkap Direktur Pengelola PT Beringin Sakti, Efridhita, didampingi Ervan, kemarin.

Dikatakan Ervan, dalam mengatasi kelangkaan gas elpiji 3kg, sudah menjadi tanggungjawab agen yang telah dipercayakan oleh Pertamina. Tanggungjawab moril yang diberikan tambah Ervan, hampir dilakukan 1 minggu sekali, baik itu pertemuan langsung maupun lewat group WA, dengan mengingatkan pemilik pangkalan benar-benar berusaha sesuai aturan, jangan sampai ada kelangkaan, kenaikan harga.

Dan apabila ada pelanggaran, akan dikenakan sanksi tegas dari agen. “Para pemilik pangkalan hendaknya jangan main-main soal harga, pendistribusian atau penimbunan, pangkalan sadar hukum dan paham, akibat dari suatu pelanggaran,” ujarnya.      

Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) UKM dan PP Kota Pagaralam, Gindo Simanjuntak SST MSi, melalui Kabid Perdagangan, Rano Fahlesi SE MSi mengungkapkan, ini merupakan salahsatu cara dalam mengantisipasi kenaikan harga gas elpiji, pengawasan pangkalan dan menjamin ketersediaan stok gas elpiji. Agen harus tahu teknis dan bertanggungjawab terhadap pangkalan maupun konsumen. “Diimbau seluruh agen gas elpiji di Kota Pagaralam, haruslah bisa mempedomani HET yang ditetapkan tahun 2013, sebab sampai sekarang HET belum ada revisi. Surat Keputusan (SK) Walikota tentang HET tentu harus merujuk ke SK Gubernur mengenai HET tersebut,” tandas Rano.

Direktur Pengelola PT Beringin Sakti, Efridhita menegaskan, akan menindak tegas pemilik pangkalan gas elpiji 3kg yang nakal, dengan memainkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sanksinya berupa penyetopan distribusi gas elpiji di pangkalan tersebut. “Kalau ada pemilik pangkalan berada di bawah naungan PT Beringin Sakti yang nakal dan melakukan kecurangan, kita akan mengambil langkah tegas, berupa menyetop pendistribusian gas ke pangkalannya,” terang Efridhita, kemarin.

Diakui Efridhita, sikap tegas diambil sesuai dengan kesepakatan kontrak yang telah dibuat antara agen dan pemilik pangkalan. Dalam klausul, tertulis pemilik pangkalan harus mematuhi peraturan yang telah ditetapkan agen dan Pertamina. “Pemilik pangkalan harus tertib dan disiplin, sesuai dengan aturan yang tertuang. Bila ada pemilik pangkalan yang tidak mengikuti aturan, misalnya menjual di luar HET, siap-siap pangkalan itu ditutup. Begitu juga sebaliknya, jika memang bagus dan mendukung kebutuhan masyarakat, maka akan diberikan reward,” ujar Efriadhita.

Mengenai stok diberikan agen ke pangkalan, tambah Efriadhita, disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. Misalnya daerah mana yang lebih banyak masyarakatnya. Itu stok gas elpiji lebih banyak. “Waktu pertama buka pangkalan, survei pertama yang kita lakukan ialah berdasarkan hasil penebusan. Seperti contoh, ada satu pangkalan dalam seminggu hanya habis menjual 140 tabung, sedangkan kita suplai ke pangkalan itu 500 tabung, tapi yang bisa ditebus pangkalan hanya 100 tabung. Dan 100 tabung inilah yang disuplai, sedangkan sisanya 400 tabung kita tarik lagi,” urainya.

Disinggung kelangkaan gas elpiji yang terjadi belakangan ini, Efridhita mengakui bila itu semua terjadi akibat adanya oknum mafia gas yang melakukan pembelian gas elpiji dalam jumlah banyak, untuk meraup keuntungan dengan dijual lagi ke masyarakat. “Kalau tidak ada oknum mafia gas, semua berjalan lancar,” ucapnya. (gud)


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/artikel/post.php on line 63
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi
 
 


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/index.php on line 376