Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Dodi Chandra     Tanggal : 19 Februari 2018 20:22     Dibaca: 522 Pembaca

Tangisan Suprianto Sambut Kedatangan Pjs Walikota Lubuklinggau

MENANGIS. Suprianto dan istrinya tampak menangis saat Pjs Wako Lubuklinggau, H Riki Junaidi mendatangi rumah warga puncak kemuning ini untum dilakukan bedah rumah, Senin, (19/2). (Foto istimewa)

#Terpilih Program Bedah Rumah
Lubuklinggau, Detik Sumsel - Berbalut rasa haru hingga tangisan, tak bisa dibendung oleh keluarga Suprianto, warga Puncak Kemuning RT 06 Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Dia dan istrinya menangis terisak-isak saat Pjs Walikota Lubuklinggau, H Riki Junaidi mengunjungi rumahnya dan memberitahu, jika tempat tinggal mereka akan dibedah pada 2018 ini.

Rumah Suprianto dan keluarga akan dibedah oleh Pemkot Lubuklinggau, karena sudah memenuhi syarat sebagai Rumah Tidak Layak Huni dan memenuhi kategori untuk dilakukan penigkatan melalui program bedah rumah.

"Terimakasih pak walikota karena berkenan membedah rumah kami," kata Suprianto seraya mengusap air mata dipipinya.

Suprianto mengaku sangat senang rumahnya dibedah, karena sudah lama dirinya dan sang istri ingin merehab gubuknya. Namun selama ini selalu terkendala biaya, karena penghasilannya sebagai kuli bangunan hanya Rp 40 ribu/hari.

"Kami sudah enam tahun disini, sudah lama ingin memperbaiki rumah. Tapi kami mikirnya sekolah anak dulu,"tuturnya.

Pjs Walikota Lubuklinggau, Riki Junaidi mengatakan, program bedah rumah tahun 2018 di mulai Senin (19/02). Ini merupakan program lanjutan yang telah dimulai sejak tahun lalu. Hingga saat ini sudah banyak rumah yang di bedah dan khusus di Kelurahan Puncak Kemuning, ada 14 rumah.

"2017 lalu ada 408 rumah yang dibedah Pemkot Lubuklinggau dan tahun ini, ada 430 rumah yang akan kita bedah. Pemkot Lubuklinggau memang sangat peduli dengan masyarakatnya yang berpenghasilan rendah dan memiliki rumah tidak layak huni. Sehingga masyarakat harus tahu bahwa banyak program pro rakyat yang digulirkan Pemkot,"jelasnya.

Namun kata Riki, yang menjadi permasalahan saat ini, masih banyak masyarakat yang tidak tahu dengan program ini, akibat dari minimnya informasi dan pemberitaan. Sehingga masyarakat tidak tahu dan menyalahkan pemerintah, yang terkesan tidak membantu masyarakat.

"Kalau masih ada yang belum dapat program bedah rumah, karena jumlahnya dan prioritasnya saja. Misalnya, jumlanya 1000 tapi program kita hanya 400an. Sehingga sisanya harus bersabar dan menunggu giliran. Kita akan lakukan program ini secara bertahap,"terangnya

Kepala Dinas Perkim Lubuklinggau, Emra Endi Kesuma menambahkan, program bedah rumah bertujuan untuk memberikan bantuan dana peningkatan kualitas rumah, menjadi layak huni. 

"Untuk pembangunan rumahnya, kita mengharapkan kepedulian keluaga penerima dan masyarakat. Karena program ini adalah pemberdayaan keluarga, jadi Rp 15 juta itu dalam bentuk material bangunan bukan tunai," ungkapnya.(awa)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi