Diposting oleh : Firwanto M Isa     Tanggal : 28 Agustus 2017 16:51     Dibaca: 103 Pembaca

Targetkan Penurunan Emisi Rumah Kaca Hingga 10 Persen

Kasubdit Lingkungan Hidup dan perubahan iklim Bappenas DR. Sudhiani Pratiwi.

Palembang, Detik Sumsel-Pelatihan dan Sosialisai Rencana Aksi Daerah Gerakan Rumah Kaca terkait Peraturan Gubernur Sumsel Tahun 2017 Mewujudkan Pembangunan Hijau melalui penyusunan rancangan pembangunan rendah emisi di provinsi sumsel  di Emilia Hotel.

ICRAF yang melaksnakan  Pelatihan dan Sosialisasi memiliki dua sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan ini,  yakni melihat status pelaporan dan evaluasi,dan memantau hasil pelaporan yang kemudian dimaksud untuk melakukan kaji ulang. Beberapa tahapan sebelumnya juga sudah berproses dilaksanakan di beberapa daerah termasuk di Sumstera Selatan.

Hal ini disampaikan Kasubdit Lingkungan Hidup dan perubahan iklim Bappenas DR. Sudhiani Pratiwi, kegiatan membahas mengenia progress revisi dokumen draft RAN/RAD GRK dan update Perpres 61 tahun  2011 mengenai rencana aksi penurunan gas emisi rumah kaca, yang dipusat sendiri telah dilakukan kajian ulang berdasarkan masukan dari daerah.

Menurutnya inti dari revisi Perpres 61 tahun 2011 lebih kepada pembangunan yang rendah karbon, yang kemudian tidak hanya kepada gas rumah kaca saja, akan tetapi dampak disektor pembangan lainnya, terutama untuk penggulangan kemiskinan. Serta yang lainnya adalah untuk pertumbuhan ekonomi.

“Revisi Perpres 61 tahun 2016 itu dimaksud untuk menjaga keseimbangan pembangunan, yang tidak hanya kepada sektor perubahan iklim saja, akan tetapi berdampak pula terhadap sektor pembangunan lainnya,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dasar dari pelaksanaan revisi perpres tersebut adalah menerima masukan dari daerah-daerah diantaranya melalui kegiatan sosialisasi. Termasuk pelaporan dari 2010 hingga 2016 sehingga aka nada akurasi yang kuat dalam rangka partisipasi penuruanan emisi kedepan.

Sementara itu Kabid Lingkungan dari Dinas Lingkungan Sumsel, Hadenli Ugihan menyampaikan, pemerintah Sumsel mendukung kegiatan yang membahasn mengenai revisi Perpres Nomor 16 tahun 2016 dimaksud terkait persoalan dan upaya upaya yang harus dilakukan  untuk mewujudkan target semua sektor terkait perubahan iklim.

“Seperti apa sih usaha industri-industri produk dan seterusnya dalam membantu menyukseskan kegiatan dan perlu adanya upaya dari semuanya , Sumsel sebagai penyumbang emisi kebakaran hutan yang cukup tinggi pada 2015,  dan di tahun 2016 ini yang Hospot sampai 10%, namun 2017 ini Insya Allah sampai Agustus Sumsel Aman,” katanya

Pada Agustus hotspot yang ada di Selatan dan memang terjadi beberapa tempat terjadi kebakaran kecil dan dapat segera ditanggulangi , oleh karena itu kepada semua pihak untuk melakukan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“ Yang diharapkan tidak ada kebakaran hutan sehingga target penurunan gas rumah kaca bisa tercapai, , rencana aksi mengurangi gas rumah kaca salah satu manfaatnya untuk mencapai target penurunan emisi akibat perubahan,  target penurunan emisi gas rumah kaca yang disesuaikan dengan target yang sebelumnya maka pada tahun 2020 Sumatera Selatan mentargetkan 10,6%,” urainya.

Oleh karenanya  pada kegiatan kaji ulang ini, adalah bagian dari pada proses untuk menuju kesana dengan mekanisme perencanaan proses sebelum emisi gas rumah kaca akan masuk dalam dokumen pembangunan seperti RPJMD yang selama ini sudah dilakukan dan juga rencana kerja tahunan. (Fir)

 

 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi