Iklan Lucianty Pahri
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : Maya     Tanggal : 16 April 2018 17:52     Dibaca: 121 Pembaca

Telkomsel Rampungkan Penataan Ulang Pita Frekuensi 2,1 GHz Lebih Awal

Direktur Network Telkomsel, Bob Apriawan kepada Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo, Ismail

Palembang, Detik Sumsel - Setelah proses refarming ini pada 15 Januari lalu dan berlangsung selama 87 hari hingga tanggal 11 April, Telkomsel menyelesaikan penataan Ulang Pita Frekuensi (refarming) 2,1 GHz dua pekan lebih awal dari jadwal yang ditargetkan Kementerian Kominfo, yakni 25 April.

Telkomsel menuntaskan proses refarming untuk 42 cluster mulai dari Papua dan berakhir di Jawa Timur dengan lancar tanpa mengalami gangguan yang berarti.
Penyelesaian refarming ini ditandai dengan penyerahan dokumen dari Direktur Network Telkomsel, Bob Apriawan kepada Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo, Ismail, yang sekaligus menutup keseluruhan proses refarming yang dicanangkan Kemenkominfo, Senin (16/04).

Ia menambahkan, berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1998 Tahun 2017, yang mewajibkan penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler untuk melakukan penataan ulang pita frekuensi radio 2,1 GHz.
 
"Frekuensi itu bagaikan urat nadi, untuk itu pihaknya menangani secara serius refarming ini. Persiapan yang matang dan expertise sumber daya manusia memampukan kami untuk memperpendek waktu eksekusi yang rata-rata 120 menit menjadi hanya sekitar 35 menit, sehingga secara total kami menghabiskan waktu 87 hari untuk 42 cluster dan mampu menyelesaikannya lebih cepat  dari waktu yang ditetapkan," kata Bob Apriawan.
 
Penataan frekuensi mendorong efisiensi dan optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi radio. Selesainya seluruh proses refarming 2,1 GHz tentunya menjadi milestone baru pemanfaatan 4G LTE di Indonesia.
 
Sementara, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo, Ismail mengapresiasi, komitmen Telkomsel dalam mendorong industri ke arah yang lebih sehat. "Refarming ini merupakan pekerjaan bersama yang perlu bersinergi, bukan berkompetisi," ujarnya.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1998 Tahun 2017, penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler wajib melakukan penataan ulang pita frekuensi radio 2,1 GHz.

"Penataan ulang ini bertujuan agar diperoleh penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk seluruh penyelenggara jaringan bergerak seluler pengguna pita frekuensi radio 2,1 GHz," ucapnya.

Dengan adanya aturan ini, secara tidak langsung setiap penyelenggara memiliki keleluasaan dalam memilih teknologi seluler dan jenis pengkanalan yang paling sesuai dengan kondisi trafik layanan selulernya pada suatu area tertentu. (rel/May)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi