Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : DP     Tanggal : 25 Mei 2018 17:27     Dibaca: 258 Pembaca

Terbukti Jiplak i-Phone, Samsung Didenda Rp 7,6 Triliun

Ilustrasi Samsung vs i-Phone (Istimewa)

Detik Sumsel - Pengadilan AS memutuskan Samsung harus membayar Rp 7,6 triliun (US$539 juta) karena menjiplak sejumlah fitur i-Phone. Penjiplakan ini ditujukan agar konsumen membeli produk mereka. Ini adalah putusan yang dikeluarkan setelah perselisihan panjang dua perusahaan tersebut.

Kedua perusahaan ini sudah bertarung di pengadilan sejak tahun 2011, ketika Apple menggugat Samsung telah menjiplak mentah-mentah produk ponsel pintarnya.

Pada tahun 2012 pengadilan sudah mengabulkan gugatan Apple, tetapi argumen tentang berapa jumlah yang harus dibayarkan oleh Samsung baru berakhir pada 18 Mei lalu.

Sebelumnya, Samsung telah membayar Apple sebesar Rp 5,6 triliun (US$399) sebagai kompensasi atas pelanggaran terhadap sejumlah hak paten. Pengadilan sudah mendiskusikan kasus ini sejak pekan lalu.

Oleh karena itu, jika putusan pengadilan diperkuat saat banding, maka Samsung harus kembali melakukan pembayaran sebesar Rp 2 triliun (US$140 juta).

Dalam sebuah keterangan, Apple menyebut pihaknya puas dengan putusan pengadilan.

"Kami sangat percaya pada nilai dari sebuah desain," tulis Apple dalam keterangannya seperti dikutip Reuters. "Kasus ini lebih daripada sekadar persoalan uang."

Samsung tidak menyatakan secara langsung apakah pihaknya akan melakukan banding atau tidak. Tapi mengklaim, mereka akan mencoba segala hal untuk bertahan dalam kasus ini.

"Keputusan hari ini bertentangan dengan kesepakatan Mahkamah Agung yang membela Samsung dalam hal pelanggaran hak paten terhadap desain," tulis Samsung dalam keterangannya.

"Kami akan mempertimbangkan semua pilihan untuk mendapatkan hasil yang tidak menghambat kreativitas dan persaingan yang adil untuk semua perusahaan dan pelanggan," lanjutnya. (NET)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi