Diposting oleh : DP     Tanggal : 02 Juni 2017 15:40     Dibaca: 132 Pembaca

Terinspirasi Ibu, Remaja Ciptakan Bra Pendeteksi Kanker Payudara

Bra pendeteksi kanker payudara (Istimewa)

DETIK SUMSEL - Kisah inspiratif datang dari seorang pria bernama Julian Rios Cantu. Dia menciptakan bra yang bisa membantu menyelamatkan para kaum Hawa dari kanker payudara.

Ketika usianya menginjak 13 tahun, ibunya didiagnosis mengidap kanker payudara. Hal itu tentunya membuatnya sedih dan mulai mempersiapkan dirinya untuk yang terburuk.

Dia melihat ibunya merasa sakit setelah payudaranya dikeluarkan karena kanker stadium lanjut atau kanker ganas. Karena dia tidak ingin orang lain mengalami rasa sakit yang ibunya rasakan, maka ia menciptakan bra yang bisa mendeteksi payudara lebih awal.

Dikutip dari Viral4real, Jumat (2/6/2017), bra ciptaannya memiliki 200 sensor di dalamnya, yang memantau perubahan pada payudara perempuan. Data pada bra tersebut kemudian dikirim ke sebuah aplikasi di smartphone.

"Sensor ini memantau dan menganalisis sejumlah besar data untuk mengidentifikasi perubahan pada payudara perempuan. Data ini bisa diberikan kepada dokter sehingga bisa melacak kondisi pasien," dikutip Hefty.co.

"Prinsip di balik perangkat ini sederhana, tapi sangat pandai: tumor di payudara menyebabkan peningkatan sirkulasi darah melalui jaringan yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan suhu yang nyata. Bra mencatat suhu, mentransfer data ke aplikasi dan memberi tahu perempuan yang mengenakan bra jika ada perubahan signifikan," lanjutnya.

Mengenakan bra selama 60 sampai 90 menit seminggu menyediakan cukup data untuk menyimpan catatan akurat tentang kesehatan payudara perempuan.

Di usianya ke-18 tahun, kini Julian membangun perusahaan sendiri bernama Higia Technologies yang telah melakukan beberapa terobosan teknologi. Meski bra masih dalam tahap prototipe, tapi bra itu telah menunjukkan hasil yang sangat baik. Dia dan timnya bahkan yakin jika penemuan mereka akan segera sukses. (net)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi