Diposting oleh : Fazds     Tanggal : 30 Agustus 2017 14:34     Dibaca: 613 Pembaca

Tersangka Feri Usman Diminta Segera Menyerahkan Diri

Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi dan jajaran saat menunjukan sejumlah barang bukti hasil pemerasan anggota Lembaga Aliansi Indonesia

Banyuasin,Detiksumsel - Polres Banyuasin menghimbau tersangka pemerasan Feri Usman anggota Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Banyuasin untuk segera menyerahkan diri.

Jika tidak menyerahkan diri maka akan dilakukan tindakan tegas, dan buat masyarakat yang mengetahui keberadaannya untuk segera memberitahu Polres Banyuasin atau pos polisi terdekat.

Hal ini dikatakan Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi SIK MH dalam press rilis gelar kasus pemerasan yang dilakukan anggota Lembaga Aliansi Indonesia di Mapolres Banyuasin, Rabu (30/8/2017).

Hadir Wakapolres Kompol Heri Wibowo, Kabag Ops Kompol Harris Bathara, Kasat reskrim AKP Dwi Arsatyan, Kapolsek Muara Padang AKP Fetra Albert.

"Feri Usman ini, anggota Aliansi yang ikut melakukan pemerasan terhadap Sobirin Ketua Gapoktan Desa Jalur Mulya 13 Kecamatan Muara Sugihan, namun kemarin berhasil meloloskan diri,"kata Kapolres AKBP Andri Sudarmadi.

Identitas korban sudah dikantongi dan masih dalam penyidikan Satreskrim dan Polsek Muara Padang.

"Saya himbau untuk segera menyerahkan diri. Karena kalau kita tangkap tentu perlakuannya akan beda,"tegasnya.

Dalam kesempatan ini Empat tersangka yang sudah diamankan juga dihadirkan dengan menggenakan baju seragam tahanan Polres Banyuasin, ke empatnya Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (AI) Banyuasin Samsi Bin Samsudin sebagai tersangka utama dan tiga anggota Aliansi Indonesia Sukirman Bin Prawino Sutrisno, Muhammad Jalaludin Bin Kamsidi dan Harjito Bin Supono.

Sejumlah barang bukti hasil pemerasan mereka juga di perlihatkan seperti uang tunai Rp 39.800.000 pecahan seratus ribu, Sepatu,baju loreng,baret,kartu anggota, ikat pinggang kopel.kop surat, borgol, dokumen-dokumen termasuk satu unit mobil Xenia.

Dijelaskan Kapolres bahwa laporan terkait kegiatan Aliansi ini sudah banyak masuk ke Polres Banyuasin dan meresakan Masyarakat. Baik Aparat pemerintah,Kades, Gapoktan dan masyarakat lainya.

"Kita monitor cukup lama dan kita ikuti terus sepak terjang mereka hingga berhasil kita tangkat terkait kasus pemerasan Ketua Gapoktan," katanya.

Tersangka Samsi ini jelas Kapolres berapa kali mau koordinasi terkait berantas narkoba ke Polres dan Bupati Banyuasin. "Tidak pernah kita gubris karena tindakan mereka ini tidak benar,"tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolres menghimbau masyarakat yang pernah di peras untuk tidak ragu melapor ke Polres Banyuasin. "Yang pernah diperas silahkan lapor ke Polres atau pos polisi terdekat,  ngak usah takut kita jamin ngak diapa-apakan,"tandasnya.

Dijerat Pasal Berlapis

Ke empat tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pasak 368 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

"Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, Ketua LSM Aliansi Indonesia Samsi Bin Samsudin dan tiga anggotanya kita tetapkan sebagai tersangka tindak pidana pemerasan,"kata Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi SIK MH.

Sedikitnya ada 6 saksi yang diperiksa, Sodirin (korban), Sucipto, Indra, Rohemi (wartawan kpk/koran pemantau korupsi), Erika dan Danti Indriasari. "Bukti yang kita kantongi selain uang hasil pemerasan Senilai Rp 39.800.000 juga saksi-saksi sebanyak 6 orang saksi,"katanya.

Selain itu terang Kapolres, dari pemeriksaan urine, tersangka Samsi dan Sukirman positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. "Jadi tersangka Samsi dan Sukirman sebagai pemakai sabu,"tegasnya.

Dilanjutkan Kapolres, Untuk tiga orang yang ikut ditangkap yakni Rohemi Wartawan Koran Pemantau Korupsi(KPK),  Erika Binti Umar Dani dan Danti Indriasari Binti Ansori tidak ditetapkan tersangka namin hanya sebagai saksi.

" Ketiganya tidak terlibat pemerasan karena setelah sampai di TKP di ajak turun,diperkenalkan ke korban setelah itu disuruh masuk lagi ke mobil,sehingga tidak tau tentang adanya uang pemerasan tersebut,"jelasnya.(Faz)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi