Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Alexander Efroza     Tanggal : 18 Mei 2017 17:44     Dibaca: 741 Pembaca

Tiga Tahun Berturut-turut PALI Bebas Malaria

Bupati Pali Heri Amalindo Saat Menghadiri Peringatan Hari Malaria Sedunia di Desa Air Hitam, Kamis (18/5/2017).

PALI, Detik Sumsel - Setelah berhasil membebaskan masyarakatnya dari penyakit malaria selama tiga tahun berturut-turut, kabupaten PALI berhasil meraih penghargaan Piagam Eliminasi Malaria.

"Pada tanggal 26 April 2017 lalu, kabupaten kita mendapat sertifikat eliminasi malaria. Sertifikat itu diberikan terhadap kabupaten yang selama tiga tahun berturut-turut tidak ditemukan kasus malaria. Artinya itu menunjukan daerah kita cukup baik dan bersih," ungkap Bupati PALI Heri Amalindo saat peringatan Hari Malaria Sedunia di Desa Air Itam, Kamis (18/5/2017).

Meski demikian, lanjut Heri, masyarakat harus tetap waspada kemungkinan munculnya kembali wabah malaria. Salah satunya dengan melakukan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Heri juga membagikan ratusan kelambu anti nyamuk kepada warga Desa Air Itam Kecamatan Penukal di dampingi Dandim 0404 Muara Enim Letkol Inf Teadi Aulia.

Kelambu anti nyamuk tersebut merupakan bantuan kementerian kesehatan RI untuk Kabupaten PALI melalui Dinas Kesehatan PALI sebagai langkah pencegahan timbulnya penyakit malaria, dan pembagiannya bertepatan dengan peringatan Hari Malaria Sedunia.

Selain memberikan kelambu, Pemkab PALI juga menggelar kegiatan dengan menggandeng beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam lingkungan Pemkab PALI dan Kodim 0404 Muara Enim, seperti sunatan masal dan pelayanan kesehatan gratis serta pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit malaria dan Aids.

Pada kesempatan itu, Bupati mengajak masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan, agar Kabupaten PALI terhindar dari penyakit malaria.

Bupati menerangkan, perkembangan nyamuk penyebab penyakit malaria disebabkan genangan air yang tidak mengalir. Oleh sebab itu, Heri Amalindo mengimbau agar seluruh warga untuk secara rutin memeriksa saluran air atau tempat dimana nyamuk suka bersarang.

"Nyamuk malaria berkembang biaknya di air yang jernih dan tidak mengalir, maka jangan biarkan lingkungan kita ditemukan genangan air, cepat buat saluran, atau kubur barang-barang yang bisa menyebabkan air menggenang. Selain itu juga, salah satu cara ampuh menghindari gigitan nyamuk adalah dengan menggunakan kelambu dan memakai pakaian panjang saat hendak tidur," urainya.

Untuk mensosialisasikan cegah malaria, Bupati menekankan kepada OPD terkait untuk bahu-membahu dan bekerja sama mengajak masyarakat agar sadar tentang arti kebersihan.

"Tetap waspada terhadap penyakit malaria, dan untuk mensosialisasikannya, kami berharap kepada seluruh dinas terkait untuk bersatu padu bersama-sama mengajak masyarakat melakukan budaya hidup bersih. Mudah-mudahan kalau kita kompak penyakit malaria akan jauh dari Bumi Serepat Serasan," harapnya.

Semetara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lydwirawan sekaligus Ketua Panitia Peringatan Hari Malaria Sedunia menyebutkan, sasaran utama pembagian kelambu adalah anak-anak dan wanita hamil.

"Yang menjadi sasaran mendapatkan kelambu yakni anak-anak dan ibu hamil. Sebab pertumbuhan anak serta kesehatan ibu hamil harus diperhatikan untuk mencetak generasi sehat dan kuat. Untuk kegiatan ini, ada 35 anak yang menjadi peserta sunat masal. Selain itu juga, Dinkes menyediakan pelayanan kesehatan gratis serta pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit malaria dan Aids. Untuk peserta sunatan masal, kami bekerjasama dengan Dinas Sosial memberikan bingkisan kepada anak yang disunat," bebernya.

Di akhir kegiatan, seluruh camat dan Direktur RSUD Talang Ubi serta kepala Puskesmas se-kabupaten PALI menandatangani komitmen pemeliharaan eliminasi malaria di saksikan Bupati PALI. (alx)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi