Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Puji     Tanggal : 06 Juni 2018 16:15     Dibaca: 244 Pembaca

Usaha Pempek Bangkrut, Basri Banting Stir Jual Sabu

Basri Muhammad saat dihadirkan di Mapolsek Ilir Timur I Palembang

Palembang, Detik Sumsel -- Belum sempat mendapatkan keuntungan dari bisnis sabu yang dijalankan nya, Basri Muhammad (54), keburu diciduk petugas Unit Reskrim Polsek Ilir Timur I pada Kamis (10/5) lalu dirumah nya Jalan Ali Gatmir, Lorong Masawa Darat, No 337, RT 08, RW 03, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang.

Dari rumah tersangka petugas mengamankan 38 paket sabu seberat 24 gram, sebelas butir ekstasi logo petir dan lima butir ekstasi dalam bentuk kapsul, lima unit timbangan elektrik, dua unit hp serta uang hasil penjualan sebesar 490 ribu.

Berdasarkan pengakuan nya, bisnis haram yang dijalankan nya baru sekitar satu bulan dengan modal sebesar 18 juta. Sabu yang disita tersebut dibeli nya dari seseorang dikawasan 8 Ilir.

"Kalau untung belum dapat, karena baru sebulan dihabiskan dulu barang itu tapi keburu ketangkap,"ucapnya saat dihadirkan di Mapolsek Ilir Timur I Rabu (6/5).

Dijelaskannya, terpaksa banting sentir berbisnis sabu lantaran usaha pempek yang digeluti nya hampir diambang bangkrut. Dengan harapan modal yang dimiliki untuk bisnis sabu bisa panjang.

"Tadi nya usaha pempek, tapi mulai bangkrut saya berharap dengan jual sabu bisa berkembang uang saya,"cetusnya.

Kapolsek Ilir Timur Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa mengatakan pelaku diamankan setelah ada nya informasi dari masyarakat bahwa dikawasan 13 Ilir sering terjadi transaksi narkoba. Berbekal informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan saat dilakukan penyelidikan dirumah pelaku pelaku sedang berada dirumah nya.

"Saat itulah petugas melakukan penyergapan pelaku yang sedang berada dirumah nya dan ditemukan narkoba jenis sabu yang tersimpan didalam tas. Pelaku dijerat dengan pasal 114, 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman hukuman minimal enam tahun penjara,"pungkasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi