Diposting oleh : Butet Kertaradjasa     Tanggal : 07 Agustus 2017 07:56     Dibaca: 108 Pembaca

Viktor Dinilai Tidak Belajar dari Kasus Ahok

Victor Bungtilu Laiskodat

Jakarta, Detik Sumsel- Pidato politikus Nasdem Victor Bungtilu Laiskodat di depan konstituennya yang menjelekan Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat sebagai pendukung kaum intoleran dinilai bisa memicu perpecahan.

Pengamat Politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara menyebut, Viktor tidak belajar kasus yang pernah menimpa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab, dia menilai kasus ini punya kesamaan dengan kasus Ahok. "Pernyataan Viktor Laiskodat itu tidak benar. Seharusnya Laiskodat bisa belajar dari (kasus) Ahok," kata Igor.

Menurut dia, sebagai partai yang mendukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta mustinya bisa belajar dari kasus yang pernah dihadapi. Bukan mengulangi kesalahan yang hampir sama. "Kalau dia di sana berbicara tentang calon Bupati dan bagaimana cara memenangkan perhelatan nanti di Pilkada 2018 dia seharusnya berbicara di seputar itu. Contohnya Ahok di Kepulauan Seribu dia berbicara tentang budidaya ikan kok diam diam menyangkut itu (penistaan agama)," kata dia.

Kemudian, tidak sepatasnya seorang elit politik mengatakan demikian. "Apa yang diatakan Laiskodat berlebihan dan tidak pas bagi seorang elit politik yang seharusnya menjaga keseragaman sebagai selogannya mereka," kata Igor.

Diketahui di dalam video yang tersebar, Viktor berbicara di sebuah mimbar. Dia menyebut empat partai yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat sebagai partai politik yang mendukung negara khilafah dan mengancam keutuhan NKRI.

Hal ini berkaitan dengan sikap keempat partai yang tidak mendukung Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas.

Viktor dilaporkan ke pihak kepolisian. Dia dilaporkan karena diduga melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2), Pasal 4 dan 5 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.(net)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi