Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Eko Dedi Atmaja     Tanggal : 11 September 2017 19:56     Dibaca: 940 Pembaca

Warga Bentrok dengan Pegawai LPI

Camat Semendawai Timur Wiyono HS dengan korban warga yg dirawat RS Umum Palembang 

OKU Timur, Detik Sumsel- Seakan tidak pernah usai masalah kasus lahan PT LPI, kali ini warga Desa Mulya Jaya Kecamatan Semendawai Timur emosi dan kembali bentrok dengan pegawai PT Laju Perdana Indah (LPI) .  Dari bentrok tersebut ada 10 korban dari karyawan LPI yang sedang melakukan pengusuran,nasib 10 pegawai LPI tersebut mengalami luka ringan dan sudah dibawa ke RSUD OKU Timur. Sedangkan dari warga ada 3 korban dua luka ringan dan satu luka berat dan dilarikan ke rumah sakit umum Palembang. 

Camat Semendawai Timur Wiyono HS saat di hubungi awak media menjelaskan terjadinya bentrok tersebut pada Sabtu Pukul 9.00 WIB telah terjadi bentrok antar warga dan pegawai LPI. 

"Berawal dari karyawan LPI yang melakukan pengusuran tanpa ada pengawalan dari pihak keamanan baik Polisi atau TNI dan hanya di kawal oleh pihak keamanan dari PT LPI sendiri, warga yang melihat langsung emosi sehingga membuat perlawanan warga kepada karyawan LPI, " terang Wiyono. 

Kemudian untuk korban luka ringan sudah dibawa ke rumah sakit sedangkan satu korban luka berat yang dialami warga, kini dirujuk ke rumah sakit umum di Palembang. 

"Warga yang luka berat diketahui bernama Purwanto sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Palembang , dan saat ini korban  keadannya sudah membaik dan sadar. " pungkasnya.

Camat menjelaskan kemudian setelah kejadian tersebut datang pihak kepolisian setempat untuk melakukan tindakan pengamanan agar tidak terjadi insiden bentrok lanjutan. "Setelah terjadi bentrok tidak lama kemudian datang pihak keamanan untuk menjaga situasi di lokasi bentrok," ungkapnya. 

Kepala Desa Mulya Jaya Iwan Adha mengatakan, memang banar bawasanya warganya bentrok dengan karyawan LPI yang melakukan pengusuran lahan yang masih di tempati warga. Kemudian dirinya membenarkan bahwa ada 3 warganya yang menjadi korban. 

"Salah satu korban luka parah di bagian kepala karena terkena pukulan benda tumpul, kini korban dibawa ke rumah dakit dipalembang dalam kondisi yang kritis dan akan segera dioperasi, " terang Iwan. 

Iwan menjelaskan bawasanya pihak LPI akan menanggung biaya yang di alami korban. "Semua biaya yang di derita korban akan ditanggung oleh pihak LPI," imbuhnya. 

Iwan juga akan mengumpulkan warganya agar tidak melakukan aksi yang dapat menimbulkan kerusuhan yang lebih parah, mengingat kondisi saat ini masyarakat masih memanas. 

"Saya melakukan dialog dengan warga untuk meredam amarah, tentu warga marah karena pihak LPI saat melakukan pengusuran tanpa adanya pemberitahuan kepada masyarakat dan pemerintah Desa Mulya Jaya," tambahnya.

"Karena ditakutkan jika warga tidak diredam akan terjadi aksi yang tidak diinginkan," sambungnya. 

Semetara pihak LPI sampai saat berita ini diturukan belum bisa dipintai keterangan. 

Terpisah, Kapolres  OKU Timur membenarkan kejadian tersebut dan pihak kepolisian sudah mengirimkan anggota Berimob satu kompi untuk menjaga keamanan wilayah tersebut. 

"Kita sudah kirimkan pasukan disana untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan. Dan saat ini kondisi disana sudah relatif aman, warga sudah bisa ditenangkan dan diberikan arahan," pungkas Kapolres. (rdn)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi