Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : DP     Tanggal : 27 Juni 2018 13:07     Dibaca: 120 Pembaca

Warga Bingung Dapat Surat Suara 'Salah Alamat'

Calon Wali Kota Lubuklinggau nomor urut 2,H SN Prana Putra Sohe bersama istrinya saat menunjukkan surat suara usai mencoblos di TPS 01 Suka Jadi, Lubuklinggau, Rabu (27/06). (istimewa)

Lubuklinggau, Detik Sumsel -- Jalannya Pilwako Lubuklinggau di TPS 05 Kelurahan Bandung Ujung Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 agak terganggu. Beberapa pemilih yang bersiap mencoblos Calon Wali Kota pilihannya, terpaksa mengembalikan surat suara yang mereka terima.

Ternyata, surat suara yang mereka terima tidak terdapat wajah tiga pasangan calon Wali Kota Lubuklinggau seperti seharusnya. Sedikitnya, delapan warga mengembalikan surat suara yang ternyata diperuntukkan untuk Pemilihan Bupati Lampung Utara.

Sedangkan, di TPS 02 dilaporkan terdapat satu surat suara yang 'salah alamat'.

Kasubag Hukum KPU Lubuklinggau, Misran Ayudi mengatakan, kesalahan tersebut merupakan human error saat pelipatan, meski pihaknya sudah mewanti-wanti agar semua petugas teliti dan jeli.

"Sebelumnya sudah dilakukan penyortiran secara maksimal. Namun, karena kan bisa saja human error, jadi masih terselip beberapa," ungkapnya, Rabu (27/06).

Diakuinya, dalam proses pelipatan memang sudah ditemukan sejumlah sirat suara untuk Pilbup Lampung Utara tersebut. Sejumlah surat suara tersebut langsung dimusnahkan karena dikhawatirkan akan ada penyalahgunaan.

"Informasinya, lokasi dan waktu pencetakan surat suara untuk Lampung Utara dan Lubuklinggau memang sama. Sehingga, wajar jika terselip beberapa surat suara ataupun tertukar," ujarnya.

Ia pun mengimbau para petugas di TPS dan Ketua PPS untuk lebih jeli sebelum menyerahkan surat suara pada pemilih. Petugas dapat membuka lebih dulu surat suara untuk memastikan tidak terjadi lagi kesalahan.

Menurutnya, surat suara Lampung Utara yang mungkin dicoblos pemilih yang terlanjur tidak membaca, tidaklah sah.

"Secara hukum kan itu bukan surat suara milik kita, jadi suara yang dicoblos tidak sah. Kecuali nantinya ada kesepakatan antara Panwas, saksi, dan penyelenggara. Bagi TPS yang ternyata kekurangan surat suara, diinstruksikan pula untuk meminjam ke TPS terdekat," katanya. (DP)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi