Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 06 Agustus 2017 21:15     Dibaca: 133 Pembaca

Warga Diberondong Peluru Komplotan Rampok

warga menunjukan bekas peluru yang diberondong pelaku

Pagaralam, Detik Sumsel – Polres Pagaralam terus melakukan pengembangan pascaperampokan yang menewaskan Darul Kutni (49), komplotan rampok bersenpi yang sukses membawa kabur Rp.500 juta, hingga kemarin (6/8) sekitar pukul 18.00 Wib belum juga mengetahui identitas para pelaku yang beranggotakan tujuh orang pelaku.

“Masih proses penyelidikan kepada para pelaku,” ujar Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono saat dihubungi Detik Sumsel.com via ponselnya.

Begitupun ditanyai mengenai keterlibatan orang dekat korban, dirinya juga masih belum berkomentar jauh.  Sementara butiran selongsong yang ditemukan sebagai barang bukti oleh aparat kepolisian saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kediaman korban di Dusun Bandar, Kelurahan Kance Diwe, Kecamatan Dempo Selatan, kapolres juga membenarkan kalau selongsong peluru tersebut digunakan oleh senjata otomatis jenis FN.

Sejauh ini, sudah dikerahkan tim untuk berbagi tugas untuk mengungkap kasus perampokan ini. “Mohon doanya bia cepat terungkap. Kita sudah membentuk tim untuk mengungkap kasus ini,” katanya.

Ditambahkan, Wakapolres, Kompol Ernawan, “Pengidentifikasian pelaku masih dilakukan berdasarkan barang bukti dan alat bukti, yang kita dapatkan di lapangan. Sejumlah saksi dimintai keterangan. Kita sudah melakukan langkah-langkah yang optimal, termasuk pasca kejadian, selain olah TKP juga penyisiran,” ujarnya seraya mengatakan para pelaku akan kita kejar sampai kemanapun, bahkan hingga ke lubang semut sekalipun.

Diketahui, aksi perampokan terhadap korban touke kopi ini, sempat membuat kecemasan warga. Betapa tidak, warga yang sempat diancam dengan moncong senpi bahkan dihujani tembakan oleh komplotan pelaku yagn berjaga di halaman depan rumah korban.  Di TKP, tiga rumah warga diberondong peluru para pelaku mengenai kaca jendela, rolling door.

Bisa dikatakan, komplotan pelaku ini sudah profesional. Betapa tidak, para pelaku yang semuanya bersenjata api dan mengenakan sebo (topeng, red) agar tak mudah dikenali ini terlihat sangat terencana melancarkan aksisnya. Mereka berbagi tugas, ada yang masuk kedalam melumpuhkan korban untuk mengincar target uang 500 juta, lainnya berjaga-jaga menghadapi warga yang saat itu kebetulan tak jauh  dari TKP ada hajatan warga. (gud)


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/artikel/post.php on line 63
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi
 
 


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/index.php on line 376