Selamat Hari Pers Nasional 2018
Sukseskan 48 Pilkades Serentak di Kabupaten Banyuasin menggunakan e-Voting
Diposting oleh : Edy Parmansyah     Tanggal : 23 November 2017 15:16     Dibaca: 226 Pembaca

Warga Terkena Penyakit Kulit, Akibat Gunakan Air Sungai Ini

Sejumlah warga menggunakan air sungai yang tercemar minyak mentah, dari penambangan ilegal.

Keluang, Detik Sumsel – Tidak adanya pilihan lain, selain menggunakan air sungai yang terkena limbah minyak mentah dari penambangan ilegal yang dilakukan oleh sejumlah warga.

Menyebabkan banyak warga di Desa Mekar Sari, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), terkena panyakit kulit. Mulai dari gatal-gatal hingga kudis. 

Menurut salah satu warga, Feri (45) penyakit kulit tersebut disebabkan penggunaan air, sungai yang setiap harinya dipergunakan untuk mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya tercemar limbah penambangan minyak ilegal. 
Warga tidak memiliki pilihan lain sehingga terpaksa menggunakan air sungai yang kotor tersebut. Karena belum ada pilihan air lain atau air dari PDAM yang bisa dipergunakan “Mau bagaimana lagi, karena tida ada alternatif," terangnya, Kamis (23/11/2017). Dijelaskannya bahwa hampir seluruh warga khususnya anak-anak terserang penyakit kulit. Sehingga kondisinya sangat memprihatinkan. "Kasihannya anak-anak yang terkena penyakit kulit, sudah dilakukan pengobatan, tetap saja penyakitnya tidak hilang," katanya.
Dirinya berharap ada langkah kongkrit dari Pemkab Muba dalam mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga tidak menimbulkan persoalan sosial lainnya. "Kami berharap ada perhatian khusus dari Pemkab Muba, jangan dibiarkan saja sampai menimbulkan korban," pungkasnya. 

Dijelaskannya, bahwa air sungai tersebut mengalir hingga ke sungai Batang Hari Leko. Sehingga sudah dipastikan nantinya, sungai yang merupakan anak sungai musi itu nantinya akan ikut tercemar jika masih saja dibiarkan. “Kami ini berada dibagian hilir sungai, sedangkan penambangannya berada dihuluan sungai ini,” jelasnya 
Diceritakannya, sejak dibebaskannya warga melakukan penambangan ilegal tersebut, banyak orang-orang yang berdatangan ke wilayahnya, untuk mengadu keberuntungan. “Banyak orang baru yang masuk, mulai dari menyewa lahan saja sampai ada juga yang membeli,” ceritanya.

Akibat aktifitas tersebut, banyak warga yang mulai terganggu. Selain itu, dari kegiatan tersebut, banyak juga yang meninggal karena ledakan dari sumur minyak hingga mengalami luka bakar serius. “Ya... mau bagaimana lagi, kami ini hanya masyarakat kecil hanya bisa mengeluh tanpa ada solusi,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga pemenang lelang sungai ikut mengeluhkan kerugian akibat penambangan minyak ilegal tersebut. Karena hasil sungai yang selama ini sangat banyak, tetapi hingga kini tidak juga berbuah manis. “Kami pasrah saja pak, karena kami sudah mengeluh kepada pemerintah. Tetapi tidak ada tindakan tegas,” pungkasnya. (edy)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi