Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : AMS     Tanggal : 27 Desember 2017 10:20     Dibaca: 357 Pembaca

Waspada, Sumsel Rawan Predator Asusila

Tingkat Asusila Terhadap Anak Terus Meningkat (Ilustrasi/ RAM DS)

LIPSUS, Detik Sumsel- Belum lama ini Sumatera Selatan didaulat sebagai Provinsi Layak Anak, tetapi di lapangan khususnya Kabupaten/Kota di Sumsel perlindungan terhadap anak belum berjalan maksimal. Bahkan, sepanjang tahun 2017 beberapa daerah mengalami peningkatan kasus perbuatan asusila terhadap anak, parahnya lagi perbuatan asusila ini didominasi dilakukan orang terdekat korban.

Seperti misalnya di Kota Palembang, kasus Asusila terhadap anak di tahun 2017 berdasarkan angka yang dirilis Unit PPA Polresta Palembang sebagai angka yang Terukur dan Akurat berdasarkan Grafik, naik hingga 20-30 persen dari dua tahun sebelumnya 2015 dan 2016. Bahkan, di tahun 2017 ini beberapa kasus terbilang parah, bukan saja memperkosa namun korbannya juga dibunuh.

"Itu yang baru sidang, pelakunya AN dan IC, korbannya dibunuh dengan keji usai diperkosa, kedua pelaku adalah tetangga korban sendiri, dan masih ada beberapa kasus yang melibatkan orang dalam rumah," ungkap Kapolresta Palembang Kombespol wahyu melalui Kanit PPA Iptu Heny kristianingsih kepada Detik Sumsel, Senin (25/12).

Baca Juga: http://detiksumsel.com/banyak-korban-tidak-berani-melapor

Tercatat pada 2015 lalu kasus asusila terhadap anak ada sebanyak 42 kasus kemudian pada tahun 2016 naik menjadi 52 kasus dan tahun 2017 meningkat menjadi 68 kasus. Peningkatan angka kasus itu, jelas suatu pukulan telak untuk semua kalangan, terutama orang tua yang memiliki anak kecil, menjadi alarm keras untuk para orang tua agar semakin waspada dengan perilaku orang di sekitar, dimulai dari dalam rumah dan lingkungan tempat tinggal dan sekolah.

"Orang tua dalam hal ini menjadi garda terdepan menjaga anak anak dari predator seksual, perhatian dan pantauan orang tua terhadap anak juga di haruskan sehingga sang anak dapat terkontrol dalam segala aspek dan pergaulan," jelasnya.

Tidak hanya di Palembang, peningkatan jumlah tindakan asusila terhadap anak juga terjadi di Kabupaten OKU Timur, tercatat berdasarkan data Polres OKU Timur pada 2016 ada 1 kasus tindakan asusila di OKU Timur dan pada tahun 2017 meningkat ada sebanyak 7 kasus tindakan asusilaterhadap anak.

Baca Juga: http://detiksumsel.com/dampingi-korban-gencar-sosialiasi-ke-sekolah

"Faktor penyebabnya ialah faktor ekonomi dan kemiskinan serta lemahnya pengetahuan agama. Selain itu, pelaku dominan ikatan keluarga, baik orang tua yakni bapak tiri dan paman korban pencabulan," ungkap KanitPPA Polres OKU Timur, Aiptu Agus Suprapto.

Lanjutnya, ke depan Polres OKU Timur akan melakukan penyuluhan ke sekolah sekolah maupun ke desa desa."Penyuluhan akan kami lakukan tahun 2018 di tingkat SMA sampai ke desa desa, ibu pengajian dan arisan ibu ibu," katanya.

Kemudian, di Kabupaten Lahat tercatat sepanjang tahun 2017 ada 17 kasus perbuatan asusila terhadap anak, Kecamatan Kikim Area masih menduduki angka teratas. "Masyarakat yang mayoritas petani membuat kurangnya pengawasan terhadap anak. Pelakunya rata rata pria paruh baya. Selain itu karena taraf ekonomi rendah. Anak anak jadi mudah dibujuk, dengan iming iming diberi uang jajan," tutur Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Ginanjar.

Sementara itu, Polres Kabupaten Ogan Ilir juga merilis data kekerasan seksual sepanjang tahun 2017 ada 7 kasus, untuk wilayah yang paling banyak kasus kekerasan seksual di OI ini di Desa Tanjung Batu. "Karena sudah ada tiga kasus di Tanjung Batu dalam kekerasan seksual dan yang baru-baru ini kasus kekerasan seksual terhadap anak SMK kelas I oleh ayah tirinya sendiri," ungkap Kapolres OI, AKBP Gazali Ahmad SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Sunandar SIK. (Tim)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi