Situs Berita Detik Sumsel
Redaksi Detiksumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 13 Desember 2017 08:45     Dibaca: 111 Pembaca

Waspadai Investasi Bodong, Ini Trik Menghindarinya

Seminar peran serta OJK dalam pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan Indonesia di Univversitas IGM Palembang, Senin (12/12)

Palembang, DetikSumsel- Maraknya investasi bodong berkedok jasa dan keuangan menjadi perhatian serius otoritas jasa keungan (OJK), termasuk di Sumsel. Karenanya, masyarakat diminta waspada termasuk mahasiswa yang menjadi sasaran utama oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

"Hati-hati dalam berinvestasi terutama di keuangan," kata Budi Saptono, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK kantor Regional 7 Sumbagsel saat menjadi narasumber dalam seminar peran serta OJK dalam pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan Indonesia di Univversitas IGM Palembang, Senin (12/12).

"Kita secara intens terus melakukan pengawasan dengan lembaga terkait dan yang paling penting melakukan sosialisasi secara intens agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban investasi bodong," kata Budi lagi. 

Menurutnya, ada sekitar lima kategori untuk melihat  inventaasi bodong atau resmi, diantaranya, dalam gaet dengan memberikan keuntungan yang besar bagi para konsumen, padahal keuntungan yang ditawarkan tidak masuk akal.

"Yang kedua tidak jelas atau memiliki  badan hukum, mereka tidak akan menunjukkan berbadan hukum atau tidak," ujar dia.

Lalu, sifatnya berantai atau tidak memiliki member yang jelas untuk menipu para konsumen, dan yang keempat  memberikan kesan seolah-olah bebas resiko. "Mereka mengklaim bekerjasama dengan instansi pemerintah, atau ada artis atau pejabat yang dimanfaatkan untuk mengaet konsumen," jelas dia.

Dalam seminar yang dimoderatori oleh Isabella SIP MSI tersebut, juga menghadirkan Wakil ketua komisi XI DPR RI Hafiz Tohir. Politisi PAN ini juga menekankan kepada kepada mahasiswa untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran yang diumbar oleh Multi-level marketing (MLM) dan lainnya untuk  mengaet para konsumen, karena apa yang ditawarkan dikawatirkan berkedok investasi bodong.

"Jangan muda tergiur dengan keuntungan yang besar, biasanya para adik-adik mahasiswa sangat muda tergiur, ya karena uang tadi jadi akhirnya tergiur, padahal itu penipuan,” kata Hafisz.

Menurut Hafisz, bukan hanya masyarakat yang jangan tergiru dengan investasi bodong, namun BI dan OJK juga harus melakukan pengawasan sehingga tidak ada invetasi yang beroperasi di tengah masyarakat.

"Meski terus melakukan pengawasan dan sosialisasi secara aktif, lembaga ini harus terus melakukan pengwasan dengan terjun ke lapangan, sehingga investasi bodong dapat dicegah sedini mungkin,” pintanya. 

Masih menurut Hafisz, faktor banyaknya masyarakat yang menjadi korban penipuan seperti fisrt travel karena apa yang ditawarkan berbeda dengan tour and di travel lainnya, padahal apa yang dilakukan oleh fisrt travel untuk mengelabui konsumen. "Pada akhirnya masyarakat yang dirugikan, oleh karena itu  Komisi kami terus melakukan koordinasi dengan OJK dan BI serta lembaga lainnya, dalam pecegahan investasi bodong,” pungkasnya. (Dul) 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi