Iklan Lucianty Pahri
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : AMS     Tanggal : 24 November 2017 09:43     Dibaca: 1097 Pembaca

Wujudkan Pangkalpinang Kota Berobat Berbasis Wisata

Green Hospital Depati Hamzah Pangkalpinang memasuki tahapan finising pembangunan dan rencana akhir tahun ini akan diresmikan Presiden RI, Joko Widodo.

Pangkalpinang, DetikSumsel- Perkembangan kota Pangkalpinang dalam empat tahun terakhir begitu pesat. Meskipun tercatat sebagai kota kecil dengan luas wilayah 118,41 km2, tapi Pemerintah Kota dibawah pimpinan walikota H Muhammad Irwansyah berhasil menunjukkan eksistensinya baik di kancah nasional maupun internasional sehingga ibu kota Provinsi Bangka-Belitung ini dikenal luas oleh masyarakat.

Keberhasilan ini tidak hanya di sektor pariwisata saja yang memang menjadi andalan, tapi juga ke segala lini dan menariknya tetap konsisten dengan kekhasan sebagai kota wisata di Indonesia. Seperti kesuksesan penyelenggaraan even Internasional MXGP (event balap motocross paling elit di dunia) tahun lalu. Termasuk kini ide berlian program kerakyatan mengagas ‘Pangkalpinang’ Kota Berobat Berbasis Wisata dengan membangun Green Hospital. Pembangunan dilakukan dengan mengubah RSUD Depati Hamzah menjadi green hospital atau rumah sakit ramah lingkungan terbaik dan pertama di Indonesia yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo akhir tahun ini.

Kepala Bappeda Kota Pangkalpinang, Dr Agus Suryadi menjelaskan pembangunan green hospital menghabiskan dana Rp 230 miliar dari APBD Kota Pangkal Pinang. Adapaun konsep green hospital yang digagas yakni sekitar 34 persen kompleks  rumah sakit ini berupa ruang terbuka hijau. Sebagian atap dan dinding bangunan juga akan dililiti tumbuhan sehingga suasananya akan terasa sangat sejuk dan nyaman bagi pasien. “Green hospital ini dikonsep bukan saja nyaman bagi pasien, tapi juga keluarga yang menjaga, dokter dan semua yang terlibat dalam aktivitas pegobatan nanti,” kata Agus.

Walikota Pangkalanpinang H Muhammad Irwansyah mengungkapkan pihaknya menggagas green hospital ini untuk menjadi kota Pangkalpinang sebagai kota berobat berbais wisata seperti penang Malaysia. Green Hospital ini konsep berobat sekaligus berwisata yang ramah lingkungan sehingga tidak perlu keluar negeri untuk berobat cukup ke Pangkalpinang dengan kualitas standar International dan standar medis yang ramah.

“Kita juga siapkan SDM dokter yang handal, kita sebut juga dokter wisata. Nanti bisa saja dokter praktek dimana saja seluruh Indonesia, tapi dalam waktu tertentu dia akan memiliki jadwal spesial di Pangkalpinang, bagi pasien yang ingin tindakan bisa diajak ke Green Hospital, jadi mereka datang hanya untuk berobat sekaligus kunjungan wisata. Sehingga berobat itu menyenangkan,” katanya.

Meskipun dibangun dengan sangat canggih dan modern, Wawan tetap konsisten memberikan pelayanan hak kesehatan bagi warga miskin. Dikatakan, dengan adanya Green Hospital bahkan jumlah pasien miskin yang tidak tercover BPJS akan dicover oleh Pemkot melalui dana APBD. “Kita berikan 10 ribu kartu BPJS bagi warga Pangkalpinang yang tidak terangkum dalam BPJS nasional dan mandiri,” terangnya.

Masih menurut Wawan, mewujudkan kota Pangkalpinang sebagai rujukan berobat dan berwisata ramah lingkungan di Indonesia pemerintah juga bakal mensupport keberadaan rumah sakit yang sudah ada saat ini, baik swasta diantaranya RS Siloam maupun BUMN (RSU Bakti Timah) dan puluhan RS yang sudah berdiri lainnya. “Termasuk peningkatan klinik dan puskesmas di tingkat kecamatan yang akan mengikuti perkembangan visi kota Pangkalpinang sebagai kota berobat berbasis wisata,” tuturnya.

Terpisah, Putra Amantha Hasibuan, Site Engineering Manager PT Nindya Karya, kontraktor pelaksana Green Hospital RSUD Depati Hamzah menerangkan, RS ini dibangun dengan 7 gedung yang besar. Namun untuk saat ini baru 2 buah gedung yang akhir tahun ini bisa dirampungkan. "Kita bertanggung jawab untuk bangun dua gedung yakni gedung B lima lantai dengan luas bangunan masing masing lantai 2400 m dan gedung C 4 lantai dengan luas masing masing lantai 1700 m,” kata Putra sembari menyebutkan ruangan dikonsep juga untuk memenuhi strandar fasilitas dan alat kesehatan rumah sakit internasional.

Ditambahkan, rumah sakit ini menggunakan konsep green hospital karena ramah lingkungan, dimana penggunaan energinya sangat hemat. Bahkan disini energi untuk pemanas ruangan bisa sekaligus untuk pendingin ruangan. Selain  itu, juga dilengkapi dengan banyak taman di setiap sudut ruangan termasuk di bagian paling atas gedung akan dibangun taman. "Karena keterbatasan anggaran maka dibangun secara bertahap. Pembangunan 2 gedung ini sudah hampir rampung karena sudah 95 persen dan Insya Allah bulan depan akan serah terima," pungkasnya. (Dul)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi