Diposting oleh : Butet Kertaradjasa     Tanggal : 02 September 2017 08:45     Dibaca: 163 Pembaca

Yohana Ajak Maba UPI Bandung Hindari Perundungan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise di Gymnasium, Universitas Pendidikan Bandung (UPI), Kamis (31/8).

Bandung, Detik Sumsel– “Menjadi mahasiswa adalah salah satu saat penting dalam hidup, maka isi waktu kalian dengan prestasi, jangan melakukan kekerasan, bullying dan diskriminasi, jadilah generasi penerus bangsa yang hebat”, pesan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise di Gymnasium, Universitas Pendidikan Bandung (UPI), Kamis (31/8).

Hadir bersama Sekertaris Menteri, Pribudhiarta Nur Sitepu, Menteri Yohana disambut dan diapresiasi langsung oleh Rektor UPI Bandung, Prof.Dr. Asep Kadarohman, Msi. Di hadapan 5000 lebih mahasiswa baru (maba) UPI Bandung, Menteri Yohana Yembise berikan kuliah umum dengan tema perempuan dan anak. Beragam isu seperti kesetaraan gender, perundungan, hingga gadget di tekankan oleh Menteri yang merupakan Guru Besar Perempuan pertama di Tanah Papua itu.

Tidak hanya itu, dengan latar belakang yang dimilikinya sebagai seorang akademisi, Menteri Yohana juga bagikan pengalamannya selama menjadi mahasiswa di jenjang pendidikan S1, S2 hingga S3. Banyak belajar, perkaya literatur bacaan, dan memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya untuk mendukung perkuliahan.

“Bullying atau perundungan tidak hanya terjadi di sekolah, tapi juga kerap terjadi di kampus. Jadi saya mengingatkan kepada mahasiswa dan dosen untuk memutuskan mata rantai kekerasan di kampus. Semoga kalian para mahasiswa yang akan memutuskan mata rantai bullying di institusi pendidikan. Salah satu caranya adalah membuat Kampus ini harus jadi kampus ramah pemuda, ramah mahasiswa. Tidak boleh ada kekerasan dalam segala bentuk apapapun seperti psikis, fisik, seksual dan tidak ada penelantaran atau pendidik yang abai terhadap mahasiswa,” jelas Menteri Yohana.(Rilis)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi