14 Sampel Komoditi Diperiksa Dari Bahan Berbahaya

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Lahat, Detik Sumsel – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat mengklaim, komoditi yang beredar di Kota Lahat, baik itu peternakan, perikanan dan sayuran, bebas dari bahan pengawet jenis formalin dan Borax. Hal itu berdasarkan hasil sidak di dua pasar tradisional di Kota Lahat, yakni Pasar Lematang dan Pasar PTM Square Lahat.

Sidak yang dilakukan Dinkes Lahat ini, berbarengan juga dengan sidak harga komuditi menjelang lebaran yang dilakukan Bupati Lahat, Cik Ujang SH, dan Dinas Perdagangan Lahat. Hasilnya, dari 14 Sampel yang diambil, mulai dari mie kuning, ikan, daging, tahu, tempe, ikan giling dan lainnya, semuanya menunjukkan negatif formalin dan borax.

“Sampel kita ambil di dua pasar tradisional di Kota Lahat. Untuk mie kuning yang katanya mengandung formalin, hasilnya tadi negatif. Sidak dan hasilnya ini juga disaksikan langsung banyak orang,” terang Bupati Lahat, Cik Ujang SH, melalui Taufiq M Putera, Kepala Dinkes Lahat, Rabu (27/4).

Disisi lain, untuk harga komuditi di dua pasar tradisional, saat ini semuanya terpantau naik dari harga Minggu sebelumnya. Seperti daging sapi, jika sebelumnya Rp 140.000 per kilogram, kini Rp 150.000 per kilogram. Artinya sepanjang ramadhan sudah ada dua kali kenaikan dengan total Rp 20.000 per kilogram.

Komoditi lain yang diantaranya Ayam Boiler yang Minggu lalu Rp 35.000 perkilogram, menjadi Rp 38.000 perkilogram. Cabai merah sebelumnya Rp 30.000 perkilogram menjadi Rp 32.000 perkilogram.

“Memang ada kenaikan, tapi masih stabil. Dari pantauan tadi harga komoditi tidak semuanya sama di tiap pedagang, artinya masih ada tawar menawar antara pedagang dan pembeli,” kata Cik Ujang, didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Fikriansyah SE MSi.

Cik Ujang berpesan, agar pedagang nyaman berbelanja, pengelola pasar diharapkan bisa memberikan fasilitas yang nyaman untuk pedagang dan pembeli. Dengan begitu perputaran roda ekonomi juga akan kian bergeliat.

“Untuk Pasar PTM, tempatnya sudah nyaman. Sedangkan untuk Pasar Lematang saya pesan kepada UPTD Pasar Lematang agar bisa menertibkan pedagang, jangan terlihat kumuh, agar pembeli bisa lebih banyak yang datang,” pesannya. (Heru)

Komentar