14 Tahun Berkiprah, AMKPD Konsisten Lestarikan Budaya Palembang Darussalam | Detik Sumsel
Pemprov
14 Tahun Berkiprah, AMKPD Konsisten Lestarikan Budaya Palembang Darussalam
Ketua dan anggota AMKPD saat mensosialisasikan gandik dan tanjak

14 Tahun Berkiprah, AMKPD Konsisten Lestarikan Budaya Palembang Darussalam

Palembang, Detik Sumsel — Tanggal 12 Juni 2020 kemarin, genap 14 tahun sudah usia organisasi Angkatan Muda Keluarga Palembang Darussalam (AMKPD). AMKPD adalah organisasi yang didirikan berorientasi pelestarian kebudayaan kota Palembang Darussalam.

Untuk itu di HUT ke 14 tahun, AMKPD tetap fokus dan konsisten melestarikan budaya Palembang Darussalam ditengah gempuran modernisasi yang terus bermunculan.

Ketua umum Pengurus Pusat sekaligus pendiri organisasi Angkatan Muda Kelurahan Palembang Darussalam (AMKPD) Dr Alfa Siti Azizah Gadjahnata MS SpOK mengatakan selain fokus dan konsisten dalam kegiatan melestarikan kebudayaan Palembang Darusalam.

Ketua Pengurus Pusat Angkatan Muda Keluarga Palembang Darussalam Dr Hj Alfa S A Gadjahnata MS SpOK

Diantaranya penggunaan gandik bagi perempuan dan tanjak bagi pria. Penggunaan gandik dan tanjak terus disosialisasikan oleh AMKPD disetiap kegiatan dan kesempatan baik formal maupun informal. Selain itu AMKPD juga telah menerbitkan buku sejarah dan adat istiadat kota Palembang Darussalam.

“Di dalam buku sejarah dan adat istiadat kota Palembang Darussalam yang telah diterbitkan AMKPD masyarakat khususnya anak muda yang tidak mengetahui sejarah dan adat istiadat Palembang Darussalam bisa membaca buku ini,”kata Alfa Gadjahnata kepada Detiksumsel.com Jumat (19/6).

Melalui AMKPD, dokter Alfa selalu mengajak anak muda dan masyarakat untuk terus melestarikan kebudayaan Palembang Darussalam meskipun modernisasi terus menggempur. Diharapkan masyarakat Palembang makin mencintai budaya dan adat istiadat Palembang Darussalam.

“Kepada pemerintah khususnya dinas pendidikan diharapkan menjadikan kebudayaan kota Palembang masuk dalam muatan lokal untuk di sekolah sekolah seperti penggunaan bahasa halus Palembang untuk di Palembang dan aksara komering untuk di Komering,”tandasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Diduga Ada Kekerasan, Polisi Bongkar Makam Madon untuk Dioutopsi

Palembang, Detik Sumsel — Satreskrim Polrestabes Palembang mendatangkan dokter forensik untuk membongkar makam Madon (14) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *