2.000 Kuli Panggul di Pasar 16 Ilir Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Herman Deru : Mereka Ikut Pulihkan Ekonomi

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com – Para pekerja non Formal yang berada dikawasan pasar 16 ilir terlihat begitu semerigah ketika mereka mengetahui akan mendapatkan Kartu BPJS Tenaga kerja.

Seperti Syamsul, kuli panggul yang ada dikawasann pasar 16 ilir ini mengatakan, selama ini ia bekerja sebagai kuli panggul memiliki resiko yang cukup tinggi, apalagi ketika ia membawa barang seperti beras yang harus dipanggul dari atas jukung dan melalui jembatan kayu satu batang memiliki resiko jatuh kesungai sangat besar.

Sebenarnya selama ini ia ingin mendaftarkan diri ke BPJS tenaga kerja, tapi karena ada biaya bulanan niat tersebut dibatalkanya.

Karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari saja dengan dua orang anak lagi susah apalagi harus membayar uang BPJS.

“Kami sangat berterima kasih dan sangat terbantu dengan adanya bantuan BPJS batuan dari PTPN7 ini. Karena dengan adanya BPJS kami merasa sedikit nyaman dalam bekerja.”Katanya

Syamsul mengatakan, pekerjaan seperti kami ini rentan terjadi kecelakaan kerja, dan selama ini teman- teman yang mengalami kecelakaan kerja hanya bisa pasrah, karena tidak ada jaminanya dari siapapun.

“Alhamdulillah kami dapat BPJS tenaga kerja, setidaknya kami merasa aman ada jaminan bila terjadi kecelakaan dengan kami, meski itu tidak kami harapkan. Yang terpenting ada jaminan hari tua dari BPJS tenaga kerja.”Ujaarnya ketika menerima kartu BPJS Tenaga kerja secara simbolis dari Gubernur Sumatera selatan, H.Herman Deru.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara sombolis memberikan 2.000 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja sektor non formal salah satunya diberikan kepada para pedagang di Pasar 16 Palembang, kamis (1/12/2022).

Sebanyak 2.000 kartu BPJS ketenagakerjaan melalui CSR PT Perkebunan Nusantara (PTPN7 ) diberikan kepada pekerja sektor non formal yang beraktivitas di pasar 16 Palembang tersebut.

Gubernur Herman Deru menilai 2.000 kartu BPJS ketenagakerjaan yang dibagikan merupakan CSR PT Perkebunan Nusantara (PTPN7), menjadi momen sebagai langkah awal dalam mengajak BUMN lainnya untuk lebih peduli dengan sesama.

Oleh karena itu dirinya menghimbau para OPD, instansi vertikal, hingga lembaga korporasi lainnya turut andil memberikan bantuan kepada ara pekerja non formal.

“Saya terharu ini para pedagang bisa mendapatkan perlindungan dari BPJS ketenagakerjaan, dengan ini mereka akan merasa aman dalam bekerja. Kita berharap kegiatan ini dapat memantik kepedulian saudara kita terutama para OPD, instansi vertikal dan lembaga bisa memberikan bantuan untuk mengcover saudara-saudara kita ini, karena kegiatan seperti ini perlu diawali dalam membangkitkan kepedulian,” katanya

Menurut Herman Deru, pekerja sektor non formal menjadi salah satu pendukung utama dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi. Karena itu sudah sepantasnya para pekerja non formal tersebut diberikan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Mereka ini adalah pekerja sektor non formal yang telah ikut membantu membangkitkan ekonomi kita, karena itu sangat pantas kartu BPJS Ketengakerjaan ini diberikan agar mereka lebih nyaman dan aman dalam bekerja,” ujarnya.

Herman Deru menilai, tanpa ada peran pekerja sektor non formal Sumsel tidak akan bisa bangkit ekonominya.

“Coba kita bayangkan bahwa sektor non formal ini melemah semangatanya, tidak ada gunanya juga perusahaan-perusahaan besar. Ini kita sebut simbiosis mutualisme kita fasilitasi kenyamanan mereka dalam beraktivitas dengan diberikan Kartu BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Dirinya juga menghimbau para Ketua Asosiasi Pekerja untuk dapat mendaftarkan anggotamya ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Maka itu saya berterimakasih kepada ketua asosiasi yang telah mendaftarkan anggotanya, dan yang belum kita harapkan segera mendaftar,” himbaunya.

Herman Deru mengharapkan BPJS bisa bekerja lebih agresif dan melakukan jemput bola dalam mengcover keselamatan dan keamanan para pekerja non formal di Sumsel.

“Kepada BPJS bisa lebih agresif jangan hanya menunggu, tapi harus menjemput bolah karena BPJS ini bukan lembaga yang berorientasi profit tapi orientasi perlindungan dan sosial,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Palembang, Moch Faisal menyampaikan bahwa Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang telah dibagikan telah dicover oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan selama dua bulan kedepan.

“Bantuan ini merupakan inisiasi yang dilakukan Gubernur Sumsel, H Herman Deru dalam rangka implementasi impres No. 4 tahun 2022 tentang pengentasan kemiskinan ekstrim di Indonesia”, ungkapnya.

Turut hadir Ketua DPW Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsindo) Sumsel, Budi Sulistiyani, SE.,M.Si, Kepala Bagian HRD PTPN7, Hidayat dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel. (May)

Komentar