27-29 Oktober Sumsel Diprediksi Hujan Lebat, Namun Tetap Kabut Asap Tebal | Detik Sumsel
Detik

27-29 Oktober Sumsel Diprediksi Hujan Lebat, Namun Tetap Kabut Asap Tebal

Palembang, Detik Sumsel –– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi SMB II Palembang mencatat angin permukaan umumnya dari arah Timur -Tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot (9-37 Km/Jam). Hal ini mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutbunla ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

Sumber dari LAPAN pada 24 Oktober 2019, tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang yakni pada wilayah Banyu Asin 1, Pampangan, Pedamaran, Tulung Selapan, Cengal, Lempung dan Pematang Panggang. Intensitas Asap (Smoke) umumnya meningkat pada pagi hari (04.00-08.00 WIB) dan sore hari (16.00-20.00 WIB). Hal tersebut disebabkan labilitas udara yang stabil (tidak ada massa udara naik) pada waktu-waktu tersebut.

Fenomena asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, mengurangi jarak pandang, beraroma khas, perih di mata, mengganggu pernafasan dan matahari terlihat berwarna oranye/merah pada pagi atau sore hari, hal ini berpotensi memburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi (partikel basah/uap air) sehingga membentuk fenomena kabut asap (Smog) yang umumnya terjadi pada pagi hari.

Jarak Pandang Terendah pada pagi hari tanggal 24 Oktober 2019 berkisar hanya 700-900 m dari jam 04.00-06.00 WIB dengan Kelembapan pada saat itu 92-86 persen dengan keadaan cuaca asap (Smoke) yang berdampak pada delapan.penerbangan di Bandara SMB II Palembang mengalami delay/tertunda (Sumber AIRNAV). Kondisi asap masih tetap berpotensi terjadi di Sumsel dikarenakan wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas yang signifikan belum terpapar hujan yang cukup mengingat luas dan dalamnya lahan gambut yang terbakar.

Hujan Sistem Konvektif berskala Meso (Mesoscale Convective System/MCS) dengan indikasi Awan Hujan (Cumulonimbus) yang memanjang lebih kurang 200 km diyakini dapat memadamkan titik-titik panas karhutbunla dikarenakan hujan yang diakibatkan berlangsung lama dan biasanya terjadi pada malam hingga pagi hari.

Secara regional, adanya Badai Tropis Bualoi dan Pusat Tekanan rendah di Samudera Hindia mengakibatkan adanya penarikan massa udara ke wilayah tersebut. Hal ini mengakibatkan masih minimnya potensi hujan selama dua hari ke depan (25-26 Oktober 2019) di wilayah Sumsel dan mengakibatkan tetap adanya potensi asap.

Seiring melemahnya Badai Tropis Bualoi akan berpotensi munculnya Borneo Vorteks (Sirkulasi Kalimantan) yang menyebabkan masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa ke wilayah Sumsel  akan menyebabkan potensi hujan pada 27-29 Oktober 2019 di wilayah Sumsel dengan kriteria hujan sedang-lebat di wilayah Sumsel di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Muratara, Kota Lubuk Linggau, Empat Lawang, Kota Pagar Alam, KMuba, Lahat, PALI, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Kota Prabumulih, Banyuasin dan Kota Palembang. Hujan ringan di wilayah OKI, OI, dan OKU Timur.

Sedangkan secara lokal, kondisi hujan akibat faktor lokal (awan konvektif dan orografis) akan tetap berpotensi di wilayah bagian barat Sumsel dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan dan berdataran tinggi, biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, sporadis (berbeda tiap tempat) dan berpotensi petir disertai angin kencang.

BMKG Sumsel mengimbau masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker dan berhati-hati saat bertransportasi pada pagi hari (04.00-08.00 WIB) dan sore hari (16.00-20.00) seiring potensi adanya partikel udara kering di udara (asap) dan menurunnya jarak pandang, mengkonsumsi banyak air saat beraktivitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan dikarenakan udara akan terasa lebih terik pada siang hari karena posisi matahari berada di ekuator (khatulistiwa), tetap mengimbau untuk tidak melakukan pembakaran baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian/perkebunan, rekomendasi sholat Istisqo dan tetap update peringatan dini cuaca ekstrim BMKG di aplikasi infoBMKG di telepon pintar anda. (Rel)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Kuasa Hukum Januariskan Pertanyakan Kejelasan Lelang Jkostel

Palembang, Detik Sumsel – Januariskan selalu pemilik kos – kosan Jkostel sekaligus Direktur CV Jaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *