Air PDAM Ngadat, Tagihan Membengkak | Detik Sumsel
BNI"
Air PDAM Ngadat, Tagihan Membengkak
Kertas tagihan PDAM milik salah satu warga di Handayani Pali yang diklaim membengkak.

Air PDAM Ngadat, Tagihan Membengkak

Pali, Detik Sumsel – Kondisi pendistribusian aliran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah sejauh ini sangat masih kerap dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebagai pelanggan.

Hal ini dikarenakan pendistribusian aliran air bersih PDAM Tirta PALI Anugerah masih menyala ke rumah-rumah warga sangat terbatas yakni hanya dalam kurun waktu minimal dua (2) kali dalam satu pekannya.

Seperti dirasakan Lambo, warga Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI mengeluhkan bahwa selain distribusi aliran air bersih tidak lancar atau sering tidak mengalir dengan kondisi waktu lama, juga tagihan pemakaian membengkak dalam satu bulannya.

“Aliran air PDAM sangat jarang mengalir ke rumah, hanya dua kali sepekan. Namun tagihannya membengkak,” ungkap lambo, Rabu (21/1).

Ia juga mengaku bingung dengan keadaan sekarang serta apa yang harus dilakukan. Pasalnya, selama pemakaian dalam satu bulan, hanya digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci serta untuk konsumsi air minum.

Sementara itu, menanggapi keluhan masyarakat Kabupaten Pali sebagai pelanggan air bersih, Plt Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah, Puryadi mengklaim bahwa kondisi buruknya pelayanan PDAM dalam mensuplai air bersih lantaran disebabkan oleh banyaknya pipa PDAM yang bocor di sejumlah titik.

Menurut Puryadi, salah satu penyebab pipa PDAM kerap bocor yaitu faktor usia pipa atau sudah mulai tua, yang mana jaringan pipa merupakan peninggalan dari PDAM Lematang Enim.

“Aset yang diberikan oleh PDAM Lematang Enim kebanyakan sudah tua dimakan usia dan rawan terjadi kerusakan, sehingga berdampak pada kondisi pelayanan menjadi kurang maksimal karena banyak pipa yang bocor,” ungkap Puryadi.

Selain adanya banyaknya kerusakan pipa bocor juga kendala lain permasalahan listrik yang sering padam, sehingga hal ini menyebabkan distribusi suplai air bersih dari kawasan Lematang Enim menjadi terganggu atau terhambat.

Sementara itu, terkait adanya tarif pemakaian pelanggan yang semakin mahal, Puryadi menjelaskan bahwa hal itu dikarenakan pelanggan air bersih kerap telah membuka kran meteran air, sebelum air itu hidup.

“Seperti sebelum air mengalir ke meteran pelanggan, namun, para pelanggan justru telah membuka meteran air. Padahal air tersebut belum keluar, yang keluar itu hanya sebuah angin. Hal inilah yang menyebabkan kran meteran tersebut sudah mulai dihitung. Oleh sebab itu, pihak PDAM Tirta PALI Anugerah menyarankan kepada semua pelanggannya, untuk memastikan terlebih dahulu air mengalir atau tidak, sehingga bayaran tidak menjadi mahal atau tinggi,” jelasnya. (Haw)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Cegah Karhutbunlah, Pemkab OKI Perkuat Kemitraan Global Melalui SIAP IFM 

Kayuagung, Detik Sumsel – Guna memitigasi Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) secara optimal, Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *