Air Terjun Penumpahan, Objek Wisata Eksotis Dibawah Kaki Gunung Dempo

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Pagaralam, Detik Sumsel – Sebagai salah satu wilayah di Sumatera Selatan yang terletak dibawah kaki Gunung, membuat Kota Pagaralam banyak menyimpan pesona alam nan indah dan sejuk yang mulai dimanfaatkan oleh penduduk lokal sebagai objek wisata baru yang menjanjikan.

Apalagi kawasan Kota Pagaralam dikelilingi oleh gunung dan perbukitan, sudah barang tentu banyak menyimpan keindahan air terjun dan curup. Contohnya yang sudah banyak dikenal masyarakat yaitu, air terjun tuju kenangan, air terjun lematang, dan cughup mangkok serta banyak lagi.

Namun baru-baru ini kembali ditemukan air terjun yang tidak kalah indahnya dibandingan dengan air terjun lainya. Yaitu air terjun penumpahan. Air terjun yang terletak persis dibelakang pabrik teh gunung dempo atau di desa Dempo Rejo tersebut memiliki pesona yang begitu indah, sebab selain airnya yang begitu jernih, sesuai dengan namanya airnya juga tumpah atau keluar dari sela-sela dinding tebing batu cadas sehingga menambah nilai eksotis objek wisata yang baru viral beberapa pekan tersebut.

Pengelolah objek wisata Air Terjun Penumpahan Dian mengatakan, sebenarnya lokasi air terjun tersebut sudah ditemukan sejak enam tahun lalu saat sedang mencari tanaman anggrek.

“Kami menemukan air terjun ini enam tahun lalu secara tidak sengaja saat mencari tanaman anggrek. Saat kami temukan air terjunnya tidak terlalu terlihat karena tertutup semak belukar,” ujarnya. Rabu (11/5)

Namun enam bulan terakhir ini dirinya dibantu oleh Karang Taruna Dempo Rejo mulai membuka kawasan tersebut dengan gotong royong. Saat dibuka ternyata air terjunnya terlihat indah.

“Saat semak belukar kami buka ternyata air terjunnya indah sekali pak. Melihat air terjunnya tidak seperti air terjuan lainnya yang ada di Pagar Alam dan airnya keluar dari dalam tanah bukan dari sungai akhirnya kami namakan air terjun Penumpahan karena seperti air tumpah,” jelasnya.

Saat ini akses jalan sudah mulai dibuka oleh pengelolah, namun memang masih berbentuk darurat. Untuk itu mereka berharap pihak pemerintah dapat memberikan bantuan untuk pengembangan objek wisata tersebut.

“Kedepan kami akan membuat kawasan ini menjadi Camping Ground. Saat ini kami sedang siapkan lokasi agar bisa menjadi tempat camping para wisatawan,”pungkasnya. (rendi)

Komentar