Aksi Bergizi Atasi Beban Gizi Remaja Sumsel

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com — Dukung pemerintah Indonesia dalam mengatasi beban gizi pada remaja yakni anemia, stunting dan obesitas, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan lakukan Aksi Bergizi yang merupakan program gizi remaja terintegrasi dan bersifat responsive gender, bertempat di aula SMAN 1 Palembang, Selasa (27/9/2022).

Plt Asisten I Pemprov Sumsel Bidang Kesra dan Pemerintahan, Edward Candra menuturkan bahwa dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) diketahui bahwa delapan persen anak pada usia 13 sampai 18 tahun mengalami kurus. Kemudian, lebih dari 25 persen mengalami stunting dan 20 persen usia sekolah 5-12 tahun kelebihan berat badan atau obesitas dan sudah banyak remaja mengalami anemia.

“Dari data Riskesdas tahun 2018 juga didapat kejadian anemia pada anak usia 5-14 tahun sebesar 26,8 persen dan usia 15-24 tahun sebesar 32 persen,” ungkap Edward.

Edward menambahkan, artinya sekitar tiga dari 10 anak di Indonesia menderita anemia. Salah satu indikator layanan intervensi gizi spesifikasi yang dipantau dalam peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dengan target 58 persen pada 2024 pada siswi jenjang pendidikan SMP dan SMA sederajat.

“Untuk itu, diperlukan strategi dan kegiatan dalam meningkatkan kepatuhan remaja putri mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Salah satunya adalah melalui kegiatan Aksi Bergizi ini,” ujarnya.

Diketahui pada tanggal 30 September mendatang di SMAN 1 Palembang kegiatan Aksi Bergizi dilaksanakan dengan serangkaian kegiatan senam pagi, sarapan bersama, edukasi kesehatan dan gizi, pencatatan dan laporan TTD, skrining anemia (pemeriksaan HB) dan lainnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Palembang, Moses AhmadΒ  mendukung kegiatan yang dilakukan Pemprov dan berharap agar kegiatan yang akan dilaksanakan pemerintah dalam dunia pendidikan dapat berjalan dengan semestinya.

“Kami akan menyerap saran dan menerapkan masukan dari semua yang hadir. Terutama untuk kegiatan 30 September nanti,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Moses, para guru yang hadir dalam kegiatan tersebut mencatat semua masukan sehingga pelaksanaan dapat sukses.

“Kami diminta jadi tuan rumah. Jadi, kami mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dengan berkoordinasi dengan berbagai stakeholder,” tukasnya. (laras)

Komentar