banner 728x250

Alex Noerdin : Saya Bisa Pinjam Pakai Helikopter Perusahaan Besar di Sumsel

Istimewa
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detik Sumsel- Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, mencecar pertanyaan kepada terdakwa Alex Noerdin terkait ditemukannya kopelan bertulisan untuk Sumsel 1 dirumah terdakwa Syarifudin saat penyidik melakukan penggeledahan.

Menanggapi hal tersebut, dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim Yoserizal SH MH, menurut Alex, dalam persidangan Edi Hermanto, disampaikan di sana bahwa pada saat penggeledahan Syarifudin, tidak ada di tempat hanya ada istri dan anaknya dan disaksikan oleh ketua RT.

“Ketua RT itu bersaksi di persidangan bahwa pada saat di geledah tidak ada catatan seperti itu,” kata Alex

Baca Juga :   Makanan Masih Jadi Penyumbang Inflasi Selain Transportasi di Sumsel

Ia juga menyampaikan, dirinya merasa aneh dituduh menerima sejumlah uang dari saudara Irwan.

“Saya tanyakan saudara Irwan itu yang mana harusnya kalau memang itu dihadirkan disini (Pengadilan) kita bisa konfrontir, saya bisa sampaikan tidak pernah saya menerima uang itu,” tegasnya

Ia juga menegaskan, terkait sewa helikopter, dirinya tidak pernah menyewa helikopter sama sekali.

“Saya bisa pinjam pakai dari berapa perusahan besar di Sumatera Selatan,” tuturnya

Alex Noerdin juga kembali beraksi saat tim kuasa hukumnya, Nurmala SH menyinggung soal dakwaan JPU yang selalu berubah-ubah.

Baca Juga :   Tidak Terbukti Menikmati Uang Korupsi, Alex Noerdin Tetap Dihukum 12 Tahun Penjara

Dalam dakwaan terpidana Eddy Hermanto, Alex Noerdin disebut telah menerima aliran dana sebesar Rp.2,43 miliar.

Sedangkan dalam dakwaannya sendiri, Alex Noerdin disebut JPU sudah menerima aliran dana sebesar Rp.4,34 miliar lebih.

“Demi Allah, tidak ada satu sen pun saya terima uang,” ujarnya.

“Makanya pak hakim, saya ingin kasus ini cepat selesai. Nanti takutnya, nilai dakwaan ke saya bisa naik lebih tinggi lagi. Bisa jadi nanti naik ke Rp.10 Miliar,” tutupnya.

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL