Angka Kemiskinan di Sumsel Turun 0,14 Persen Selama Pandemi | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov

Angka Kemiskinan di Sumsel Turun 0,14 Persen Selama Pandemi

Palembang, Detiksumsel – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mensejahterakan masyarakat cukup membuahkan hasil. Terbukti, meski di tengah wabah pandemi virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid-19) jumlah rakyat miskin di provinsi ini justru terus mengalami penurunan.

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel, jumlah penduduk miskin di Sumsel pada Maret 2021 yakni sebanyak 1.113,76 ribu orang atau sebesar 12,84 persen dari total penduduk. Jika dibandingkan dengan angka kemiskinan pada September 2020 sebesar 1.119,65 ribu orang atau 12,98 persen, maka selama enam bulan atau pada kurun waktu September 2020-Maret 2021 terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 0,14 persen.

“Artinya, angka tersebut setara dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 5,89 ribu orang,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS ) Sumsel Ir Zulkipli kemarin, Jumat (16/07)

Dikatakanya, Penurunan angka kemiskinan membuktikan jika Pemprov Sumsel dan Kabupaten/kota telah bersinergi dalam melaksanakan berbagai program perlindungan sosial seperti bantuan sosial, kegiatan ekonomi produktif, dan lainnya sehingga masyarakat tidak jatuh miskin akibat pandemi covid-19.

Baca Juga :   NGage, Solusi Komunikasi Digital Bisnis Komunikasi Communication CPaaS

“Bahkan penduduk miskin di Sumsel ada yang berhasil keluar dari kemiskinan. Itu menunjukkan kesejahteraan penduduk miskin semakin membaik melalui intervensi berbagai program perlindungan sosial,” ujarnya.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2020-Maret 2021 atau dalam 6 bulan terakhir, angka kemiskinan di daerah perkotaan dan perdesaan mengalami penurunan. Angka kemiskinan di daerah perkotaan turun sebesar 0,16 persen poin atau setara 2,18 ribu penduduk miskin.

“Sedangkan angka kemiskinan di daerah perdesaan turun sebesar 0,13 persen poin atau setara 3,71 ribu penduduk miskin,” katanya

Menurut Zulkipli, persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu menurunkan angka kemisiknan, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Tercatat, pada periode September 2020 – Maret 2021 Indeks Kedalaman Kemiskinan di Sumsel juga mengalami penurunan dari 2,261 pada September 2020 menjadi 2,260 pada Maret 2021 atau turun sebesar 0,001 poin. Penurunan indeks kedalaman kemiskinan dalam kurun waktu 6 bulan terakhir mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan.

Baca Juga :   Dongkrak Penjualan di Awal Tahun, Ace Tawarkan Aneka promo

Fenomena itu mengungkapkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk miskin di Sumatera Selatan dalam kurun waktu 6 bulan terakhir semakin membaik, bahkan mampu mengangkat sebagian kecil penduduk miskin keluar dari kemiskinan. Kebijakan pemerintah telah mampu mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin dan meningkatkan jumlah komoditas yang dikonsumsi penduduk miskin juga telah meningkatkan taraf kehidupan penduduk miskin di Provinsi Sumatera Selatan,”ungkapnya

Lalu, Indeks Keparahan Kemiskinan di Sumsel periode September 2020 – Maret 2021 mengalami penurunan dari 0,627 September 2020 menjadi 0,542 Maret 2021 atau turun sebesar 0,085 poin.

“Penurunan indeks keparahan kemiskinan tersebut mengindikasikan bahwa kesenjangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin kecil,”tutupnya (May/ Rel)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Cara Pesan Makanan Online di Palembang Square Selama PPKM Level 4

#Pesan Makanan Lewat Online dengan Sistem Drop di Pick Up Point Palembang, Detik Sumsel – …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *