Antisipasi PMK di Sumsel Libatkan Fasilitator TNI dan BPBD

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel sebagai fasilitator dilaksanakan bertempat di Hotel Novotel Palembang, Rabu (21/9/2022).

Sekda Provinsi Sumsel, Ir SA Supriono menuturkan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) fasilitator PMK melibatkan stakeholder bertujuan agar masyarakat secara masif dapat memperoleh penjelasan dari para fasilitator yang didik melalui bimtek.

“Untuk mengantisipasi PMK, kita libatkan semua stakeholder, bahkan ada tentara supaya dalam program teritorialnya masuk,” ungkap Supriono.
Supriono menerangkan sebelumnya terdapat kasus PMK sebanyak 200 hingga 300 namun sekarang zero case (nol kasus) atau sudah tidak ada lagi, wilayah tersebut diantaranya di daerah Banyuasin, Kota Palembang, OKI, Mura.

“Artinya tersebar tapi sekarang posisinya Sumsel sudah zero case, sudah di delapan provinsi yang zero case termasuk Sumsel,” bebernya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang memiliki ternak agar lebih cermat dan segera melaporkan kalau terdapat kasus PMK tersebut.

Di tempat yang sama Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Ir Ruzuan Effendi MM mengatakan fasilitator ini yang dididik bertugas memberikan informasi kepada masyarakat di tempat tinggal masing-masing dimana 10 orang per hari untuk mengedukasi tentang pengendalian PMK.

“Bagaimana mendeteksi dini PMK ini dan membantu melakukan informasi bahwa tidak ada yang sehat kecuali vaksinasi,”ujarnya.

Sementara Kepala BPBD Provinsi Sumsel Bpk. H. Iriansyah, SSos SKM MKes menambahkan bahwa PMK merupakan bencana non alam, dimana terdapat tiga bencana diantaranya bencana alam, bencana non alam dan sosial.

“PMK masuk bencana non alam jadi kita berkoordinasi ke sektor terkait khususnya peternakan. PMK di Sumsel ada tapi tidak begitu besar, dan sekarang sudah zero case,” tukasnya. (laras/pet)

Komentar