Apresiasi Kinerja Optimal Kilang Pertamina Plaju | Detik Sumsel
Pemprov
Suasana pada saat kunjungan anggota komisi VII DPR RI ke kilang plaju

Apresiasi Kinerja Optimal Kilang Pertamina Plaju

Palembang, Detik Sumsel- Anggota Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian mengapresiasi kinerja optimal PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) Plaju (Kilang Pertamina Plaju) dalam mengolah minyak mentah menjadi berbagai produk BBM.

Hal itu disampaikan Ramson saat melakukan kunjungan kerja spesifik bersama delapan anggota lainnya dari komisi yang membidangi energi, ristek dan lingkungan hidup itu ke Kilang Pertamina Plaju.

Ia juga mengapresiasi capaian 109.469.944 jam kerja aman secara kumulatif dari 8 Desember 2009 hingga 31 Januari 2022 di Kilang Pertamina Plaju. Jam kerja aman kumulatif tersebut mengindikasikan kepatuhan seluruh jajaran RU III Plaju terhadap aspek HSSE dalam mengelola kilang tertua yg dimiliki PT KPI. ini sangat optimal luar biasa,” kata Ramson ketika kunjungan, Senin (21/02)

Hal senada juga disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM Prof. Ir. Tutuka Ariadji yang turut hadir dalam kunjungan itu. “Saya juga turut mengapresiasi Kilang Pertamina Plaju yang memproduksi BBM dengan kandungan sulfur rendah,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu juga dibahas kesiapan Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Green Refinery Project (GRP) di RU III Plaju sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional dalam mengolah Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis Crude Palm Oil (CPO).

Wakil Ketua Komisi VII, Eddy Soeparno mengatakan bahwa transisi energi saat ini menjadi salah satu fokus Pemerintah.
“Kilang Plaju dipercaya oleh Pertamina untuk mengembangkan kilang BBN berbasis CPO yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Sedangkan, Direktur Proyek Infrastruktur PT KPI, Suwahyanto mengatakan dengan pengerjaan RDMP dan GRP, PT KPI sebagai Sub Holding Refinery & Petrochemical PT Pertamina Persero siap mendukung implementasi transisi energi yang tengah dicanangkan pemerintah dengan mengolah Energi Baru Terbarukan (EBT). “Kilang-kilang milik PT KPI memang sedang kami kembangkan, untuk menaikkan kapasitas produksi sedang dilaksanakan di Balongan dan Balikpapan, sedangkan untuk Green Refinery Project (GRP) untuk memproduksi BBN dari dimulai dari RU IV Cilacap dan selanjutnya di RU-III Plaju dalam tahap perencanaan engineering, disamping itu, semua kilang milik PT KPI secara bertahap akan meningkatkan kualitas BBM nya dengan menurunkan kandungan impurities Sulfur sesuai dgn Keputusan Dirjen Migas, yaitu maksimum 50 ppm Sulfur.” ujarnya.

General Manager (GM) Kilang Pertamina Plaju, Edy Januari Utama mengungkapkan Kilang Pertamina Plaju siap mendukung suksesnya RDMP dan GRP. Namun menurutnya, komitmen ketersediaan feed stock dari produsen CPO saat ini menjadi tantangan.

Selain itu, tingginya harga CPO yang mengacu pada harga global, sehingga production cost-nya juga tinggi. “Ini sangat memengaruhi keekonomian proyek,” paparnya.

Sehingga ada beberapa hal yang memerlukan dukungan pemerintah, terutama memastikan keamanan suplai feedstock dari sisi harga dan volume.

Juga diperlukan adanya tata kelola used cooking oil (UCO) dalam negeri untuk nantinya dapat digunakan sebagai alternatif feedstock selain CPO.

Menanggapi hal itu, Ramson berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM dapat membuat perhitungan yang fair antara production cost BBM dari crude oil dan BBN dari CPO nantinya. “Persiapannya sudah oke dan dilakukan secara bertahap, tapi akan menghadapi kendala kalau harga CPO di pasar global terus meningkat,” tuturnya

Turut hadir dalam kunjungan itu Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumsel, Hendriansyah, serta jajaran manajemen Kilang Pertamina Plaju.( May/r)


H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Gelar Kompetisi Berbagi Cerita Generasi Anak Maju

Palembang, Detik Sumsel- Setiap anak merupakan individu yang unik dan berhak untuk mendapatkan kesempatan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.