Arta Prigel Dimenangkan PN Lahat, Ini Reaksi Penggugat | Detik Sumsel
Pemprov

Arta Prigel Dimenangkan PN Lahat, Ini Reaksi Penggugat

Lahat, Detik Sumsel — Sidang putusan perkara perdata antara Dahlian, warga Desa Talang Sawah, Kecamatan Lahat Selatan selaku penggugat. Dengan perusahaan kelapa sawit PT Arta Prigel selaku tergugat. Berakhir ricuh, setelah ibu-ibu keluarga penggugat, tidak terima akan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Lahat.

Setelah bermusyawarah hasil kajian dari keterangan saksi dan bukti-bukti. Majelis hakim Pengadilan Negeri Lahat, diketuai Agus Pancara, dengan anggota, Dicky Syarifudin dan Mahartha Noerdiansyah, menolak gugatan Dahlian yang sebelumnya menyebutkan PT Artaprigel telah menyerobot lahan mereka.

Dalam amar putusan, majelis hakim berpendapat tidak menemukan fakta atau peristiwa terkait perampasan hak oleh terggugat atas lahan 12 hektar itu, sehingga merugikan penggugat. Kendati penggugat memiliki bukti surat keterangan ahli waris tertanggal 10 Maret 2003. Turut tergugat 2, Kantor BPN Lahat menyatakan, HGU sudah diterbitkan atas nama tergugat.

“Oleh karena itu penggugat dianggap salah, atas menarik tergugat dalam pokok masalah. Majelis menolak tuntutan penggugat untuk seluruhnya, dan menghukum pengugat membayar ongkos perkara Rp 3.420.000,” tegas Agus Pancara, Selasa (19/9).

Beberapa orang perempuan dari keluarga penggugat, sempat mengamuk. Bahkan, Ibu-ibu yang merasa dizolimi itu, mengeluarkan sumpah serapah terhadap majelis hakim dan pihak Arte Prigel. Perwakilan manajemen Arta Prigel yang hadir dalam sidang, nyaris jadi korban pemukulan. Namun, berhasil dihalangi petugas pengadilan.

“Majelis hakim kami nilai tidak adil, kami akan melaporkan ketiganya ke Komisi Yudicial, dan ke KPK. Ya tentu, kita akan meneruskan perkara ini,” ucap Firnanda, Kuasa Hukum Penggugat.

Sedangkan Humas PT Arta Prigel, Yulius berharap penggugat tidak memprovokasi keadaan. Bila tidak puas atas putusan, tentu bisa menempuh upaya banding, bukan dengan menyerang perusahaan.

“Kami sudah ikuti aturan, kalau kurang puas, silahkan banding. Ini zaman keterbukaan, biarkanlah hukum yang berjalan,” ujarnya, via seluler. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Amukan Sueb Renggut Lima Nyawa Warga Desa Bunglai, Ini Kronologisnya

Baturaja, Detik Sumsel – Warga Desa Bunglai Kecamatan Peninjauan OKU berduka, 5 orang warga Dusun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *