Awal Pengakuan di Perkosa, Setelah Pelakunya di Tangkap Ternyata YL Tidak di Perkosa | Detik Sumsel
Pemprov
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat mengintrogasi Royhan pelaku pencurian disertai dengan pelecehan seksual terhadap YL bidan desa di Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir

Awal Pengakuan di Perkosa, Setelah Pelakunya di Tangkap Ternyata YL Tidak di Perkosa

Palembang, Detik Sumsel — Kerja keras anggota Unit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dalam mengungkap kasus pencurian disertai pemerkosaan terhadap YL bidan desa yang bertugas di Poskesdes, Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir Selasa (19/2) lalu akhirnya membuahkan hasil.

Dimana Royhan (29) pelaku utama dalam kasus berhasil diringkus anggota Unit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dikediamannya tak jauh dari lokasi kejadian Minggu (17/3). Selain Royhan polisi juga meringkus Marozi pelaku penadahan handphone Nokia milik korban.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan tertangkapnya Royhan pelaku utama kasus pencurian disertai kekerasan ini, berawal tertangkapnya Marozi pelaku penadahan handphone milik korban yang dijual Royhan kepada Marozi.

“Dari introgasi terhadap tersangka Marozi, bahwa handphone Nokia tersebut dibeli dari tersangka Royhan yang tak lain tetangganya sendiri. Dari sinilah tersangka Royhan berhasil diringkus,”kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat pres rilis di Mapolda Sumsel Senin (18/3).

Dikatakan Zulkarnain, berdasarkan keterangan korban saat kejadian pelaku melakukan pemerkosaan. Namun dari hasil investigasi secara ilmiah atau sciencetifik Crime identification tidak ditemukan unsur pemerkosaan seperti bercak sperma dari pelaku ataupun jejak pelaku di TKP. Begitu juga dari hasil visum tidak ditemukan unsur pemerkosaan.

“Kami tidak patah arang untuk mengungkap kasus ini. Melalui pelacakan nomor handphone korban yang hilang hingga akhirnya pelaku pencurian disertai pelecehan seksual berhasil kami tangkap. Pelaku nya atas nama Royhan merupakan pelaku tunggal dalam kasus ini,”jelasnya.

Dari pengakuan pelaku Royhan, polisi menerangkan bahwa setelah masuk kedalam Puskesmas, pelaku menyekap korban namun saat itu dalam keadaan hujan deras anak korban menangis. Meski hasrat birahi pelaku sedang memuncak korban tidak diperkosa oleh pelaku namun pelaku hanya mengobok – obok kemaluan korban dengan jari tangannya.

“Korban tidak diperkosa oleh pelaku, namun pelaku melakukan kekerasan seksual dengan memasukkan jari tangannya ke kemaluan korban, setelah itu pelaku lari membawa handphone dan uang sebesar 400 ribu milik korban,”terangnya.

Untuk konstruksi hukum kasus ini, mantan Kapolda Riau ini mengatakan sementara pelaku hanya dijerat dengan pasal 365 KUHP pencurian dengan kekerasan. “Sedangkan untuk kasus atau pun pasal pemerkosaan kami akan koordinasikan dulu dengan JPU,”tandasnya.

Sementara itu, Royhan saat dihadirkan di Mapolda Sumsel mengaku bahwa melakukan pencurian di Poskesdes, Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan namun dirinya mengelak kalau telah memperkosa korbannya.

“Tidak pak saya tidak memperkosa korban, saya saat itu masuk kedalam Poskesdes melalui jendela setelah saya jebol dengan besi. Setelah itu saya masuk menyekap pipi korban, saya masukan jari saya ke kemaluan korban dan saya ambil hp dan uang korban,”akunya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Kantor Dinas Perkim Pagaralam Diserbu Ulat Bulu

Pagaralam, Detik Sumsel- Pemandangan tak seperti biasanya tampak di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *