Ayah dan Anak di Muaradua Habisi Kerabat, Selisih Paham Pembagian Uang Pungutan Tidak Rata

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Muaradua,Detiksumsel.com — Warga Desa Simpang Pedagang Kecamatan Muaradua, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) digegerkan dengan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh anak dan ayah.

Belakangan diketahui kejadian berdarah ini terjadi akibat selisih paham antara korban Edwin Andrin (32) dengan tersangka Mulyadi Hartono (50).

Korban Edwin,  tewas dikeroyok menggunakan senjata tajam oleh tersangka  Mulyadi Hartono (50) dan Parzon Mandela (29), hingga mengalami empat luka tusuk di tubuhnya, Kamis (24/11/2022).

“Tersangka Mulyadi dan Mandela merupakan ayah dan anak. Sedangkan hubungan tersangka dengan korban diketahui masih memiliki hubungan kerabat,” ungkap Kapolres OKU Selatan, AKBP Indra Arya Yudha, Jumat (25/11/2022).

Pengeroyokan terhadap korban Edwin disebabkan oleh selisih paham terkait pembagian uang pungutan di jembatan darurat. Tersangka Mulyadi merasa tidak senang pembagian uang yang tidak sama.

Tersangka sempat mendatangi korban sekitar pukul 16.00 WIB, dan keduanya sempat cekcok. Merasa tidak senang, Mulyadi pun mengajak sang anak Mandela untuk menghajar korban.

“Pemicu perselisihan diakibatkan masalah ekonomi, tersangka tidak senang dan tersinggung dengan korban,” ungkap dia.

Korban yang hanya seorang diri dikeroyok kedua tersangka. Mulyadi dengan menggunakan sajam menusuk korban sebanyak empat lobang di bagian dada sebelah kiri dan kanan serta dua luka tusuk di lengan kiri.

Tusukan yang dilakukan tersangka berakibat fatal di tubuh korban. Sajam tersebut menembus bagian depan hingga ke belakang tubuh korban.

“Sajam yang digunakan pelaku berukuran panjang 50 sentimeter. Penusukan terhadap korban menyebabkan Edwin kehabisan darah,” ujarnya.

Indra menambahkan, penangkapan terhadap kedua tersangka berlangsung singkat. Sejak setelah kejadian atau sekitar pukul 17.00 WIB keduanya dibekuk tanpa perlawanan. Keduanya langsung dibawa ke Mapolres OKU Selatan dan diperiksa secara maraton.

“Atas perbuatannya kedua tersangka dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Keduanya terancam dipidana 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Komentar