Ayam Ras dan Bawang Putih Penyumbang Inflasi terbesar Selama November | Detik Sumsel
Detik
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel Endang Tri Wahyuningsi (istimewa)

Ayam Ras dan Bawang Putih Penyumbang Inflasi terbesar Selama November

Palembang, Detik Sumsel – Selama bulan November Sumsel mencatat inflasi sebesar 0,31 persen. Tapi berdasarkan data badan pusat statistik Sumsel inflasi yang terjadi pada November ini tergolong rendah, dengan kumilatif sampai bulan november mencapai 0,97 persen, sementara inflasi Year on Year sebesar 1,31 persen.

Kendati demikian jelas Kepala Badan Pusat Statitik Sumsel Endang Tri Wahyuningsih, pemerintah daerah harus tetap waspada dan terus memantau agar tidak terjadi lonjakan harga. Mengingat saat ini kondisi sudah kembali New normal dan aktivitas masyarakat sudah berangsur.

“Meski tergolong rendah, pemerintah diminta untuk tetap waspada terhadap kenaikan harga bahan makanan dan tidak boleh terlena,” jelasnya saat paparan terkait inflasi via youtube, Selasa (01/12).

Menurutnya penyebab utama inflasi lantaran naiknya harga daging ayam ras dan bawang merah. pemerintah harus tetap memantau lonjakan harga pada komoditas yang selalu muncul setiap tahun, terutama di kelompok bahan makanan.

Saa ini terdapat 54 komoditas yang mengalami kenaikan harga di Kota Palembang dan Kota Lubuk Linggau.
“Kelompok yang dominan menyumbang andil inflasi bulan November 2020 Kota Palembang, yaitu Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau,” katanya.

Selain itu ada pula Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,01 persen.

Ia menambahkan, komoditas yang menyebabkan inflasi bulan November 2020 pada kelompok ini, adalah tisu naik harganya rata-rata sebesar 1,65 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,003 persen, pembalut wanita mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 1,22 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,003 persen, dan krim wajah mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 1,65 persen.

Kemudian, kata dia, NTP Sumsel di Bulan November mencapai 100,41. Angka ini terus naik tembus angka 100 pertama kalinya sejak bulan Mei tahun ini. “Sektor pertanian kuat terhadap gempuran corona, subsektor penyumbang NTP paling besar adalah tanaman perkebunan rakyat lebih didominasi untu kenaikan harga coklat karet dan kelapa sawit. Indeks yang diterima pertani pun naik, kalau yang diterima petani lebih besar maka petani untung,” tutupnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Beri Pelatihan Bagi Keluarga Terdampak COVID-19

Palembang, Detik Sumsel- Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *