Babak Baru Kasus Pencabulan Santri di Ponpes AT, Ada Satu Tersangka Lagi | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Wadir Reskrimum Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga saat memimpin pres rilis kasus pencabulan di Ponpes AT Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir

Babak Baru Kasus Pencabulan Santri di Ponpes AT, Ada Satu Tersangka Lagi

Palembang, Detik Sumsel — Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel kembali menetapkan satu lagi tersangka kasus pencabulan terhadap santriwan di Pondok Pesantren AT Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Tersangkanya adalah Imam Akbar merupakan pengajar di Pondok Pesantren tersebut.

Tersangka Imam Akbar ditangkap di berdasarkan laporan korban yang melaporkan perbuatan tersangka di Polda Sumsel. Tersangka Imam Akbar kini sudah berada di Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan melalui Wadir Reskrimum AKBP Tulus Sinaga mengatakan pengungkapan tersangka Imam Akbar bagian dari pengembangan atas kasus pencabulan dengan tersangka Junaidi pengajar di Ponpes AT beberapa waktu lalu.

“Hasil pengembangan inilah muncul perkara baru dengan tersangka yang berbeda tapi locus delicti nya sama masih berada di Ponpes,”katanya kepada wartawan Kamis (30/9/2021).

Dikatakan Tulus, dalam pengembangan penyelidikan saat ini baru ada satu korban yang mengaku di cabuli tersangka Imam Akbar. “Tersangka IM ini salah satu pengajar di Ponpes yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Sedangkan korbannya adalah siswa yang belajar di Ponpes tersebut,”bebernya.

Lebih lanjut dikatakan Tulus, tersangka Imam Akbar dan tersangka Junaidi sama sama tenaga pengajar di Ponpes tersebut kedua tersangka diduga saling kenal. Tersangka Imam Akbar masih tercatat sebagai mahasiswa di Kabupaten Ogan Ilir.

“Kedua tersangka ini melakukan perbuatan sama mencabuli murid, tapi korbannya berbeda. Perbuatan cabul yang dilakukan tersangka Imam Akbar sudah berkali – kali. Ada yang disodomi, perbuatan asusila dan sejenisnya,”jelasnya.

Dari fakta yang ditemukan, tersangka sebelum melakukan cabul korban diduga kuat diancam sehingga terpaksa mengikuti keinginan tersangka.

Selain menetapkan tersangka baru, dalam kasus pencabulan dengan tersangka Junaidi yang korban sebelumnya 26 orang santri kini korbannya bertambah tiga orang santri lagi sehingga total korban cabul yang dilakukan tersangka Junaidi menjadi 29 orang santri.

“Kasus pencabulan dengan tersangka Imam Akbar penyidik masih terus mendalami dan tidak menutup kemungkinan korbannya juga akan bertambah,”terangnya.

Sementara itu, tersangka Imam Akbar bersikukuh tidak mengakui perbuatannya bahkan dirinya menyebut itu fitnah. “Kodarullah, demi Allah ini fitnah. Nanti buktikan saja,”katanya saat digiring menuju ruang pemeriksaan Subdit PPA.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Pipa Minyak Mentah Adera Bocor, Ini Penjelasan Pertamina

PALI, Detik Sumsel- Lagi-lagi pipa minyak mentah bocor milik Pertamina Hulu Rokan ( PHR) Regional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *