Bacok Paman, Samarudin Dijebloskan ke Penjara | Detik Sumsel
Pemprov

Bacok Paman, Samarudin Dijebloskan ke Penjara

Lahat, Detik Sumsel – Samarudin yang sempat membuat geger warga di RT 05/-2, Kelurahan Kota Baru, Kota Lahat, Selasa (24/11/2020), sekitar pukul 16.30 WIB lalu, akhirnya dijebloskan polisi ke balik jeruji besi. Gara-garanya, Samarudin terlibat duel dengan Riswan (55), tetangganya sendiri, juga masih berstatus pamannya (mamang), hingga Riswan tumbang dengan luka bacok di kepala.

Peristiwa berdarah itu dipicu ribut mulut antara korban Riswan dengan Samarudin, karena Samarudin tidak terima korban memasang baliho Orgen Tunggal miliknya di halaman rumahnya. Saat itu korban sempat berlari pulang ke rumah lantaran dikejar tersangka sambil mengayunkan senjata tajam yang dibawa dari rumahhnya.

Sambil menggenggam parang, Samarudin berhasil mendobrak pintu rumah korban. Alhasil duel antara paman dan keponakan itu tak terelakan. Namun, Riswan tumbang akibat bacokan tembes di kepala. Korban pun langsung diselamatkan warga, dan dilarikan ke RSUD Lahat.

Setelah kejadian Riswan melarikan diri. Polisi pun langsung memburu samarudin pasca kejadian, dan Selasa (12/1), pukul 18.30 WIB, Samarudin berhasil dibekuk di lokasi persembunyianya di kebun durian milik keluarganya wilayah Desa Padang Bindu, Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat.

Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK, melalui Kasar Reskrim AKP Kuniawan H Barmawi, Kanit Pidsus Ipda Chandra Kirana SH MH membenarkan tersangka yang dijerat pasal 351 KUHP, telah dibekuk, setelah lebih satu bulan jadi buronan.

“Kami berkomitmen tidak boleh kalah dengan perbuatan yang mengarah ke premanisme, pengancaman terhadap orang atau kelompok, maupun penganiayaan. Jadi kami himbau ke masyarakat untuk tidak melakukan aksi-aksi itu, jika tidak mau berurusan dengan hukum,” tegasnya.

Sementara, Agus warga sekitar membeberkan, pertikaian mulut antara korban dan pelaku, sudah sering terjadi, tapi baru kali ini puncaknya. Padahal keduanya masih keluarga.

“Sempat heboh, warga tidak berani melerai, takut jadi sasaran amukan,” ucap Agus. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Hidupkan Sunnah Memanah, Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Gelar Archery Tournament

Palembang, Detik Sumsel — Pesantren Tahfidz Kiai Marogan menggelar Marogan Archery Tournament Sumatera Open Ground …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *