Bangun Koperasi Berbasis Digital | Detik Sumsel
BNI"
Wakil ketua komisi III DPD RI saat menjadi pemateri dalam diskusi kepemudaan dan launching Koperasi Sriwijaya abad 21

Bangun Koperasi Berbasis Digital

Palembang, Detik Sumsel- Memasuki era Millenial, pemuda dihadapkan pada tantangan yang lebih sensitif dalam menyikapi perkembangan perekonomian bangsa. Persaingan bisnis yang tidak sehat, telah menyebabkan keruntuhan ekonomi, yang berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat secara luas.

“Ini perlu perhatian serius,” kata Wakil Ketua Komite III DPD RI, Abdul Aziz saat launching Koperasi Sriwijaya Abad 21 dan Diskusi Kepemudaan yang digelar di Lord Cafe, Minggu (28/10).

“Mungkin kita tidak terlalu perduli persoalan tersebut karena kebutuhan kita tersedia. Karena rata-rata mereka yang hidup di kelas menengah, belum terlalu merasakannya. Walaupun, beberapa diantaranya mulai melihat ketimpangan tersebut,” kata Aziz lagi.

Senator asal Sumsel ini mencontohkan, meningkatnya harga kebutuhan pokok mulai dirasakan oleh para ibu rumah tangga. Harga-harga tersebut sangat berpengaruh signifikan dalam bentuk volume atau jumlah belanjaan dan kwalitas di pasaran.

“Ibu rumah tangga mulai mengeluh, eh, kok bawa uang segini kurang ya belanja di pasar. Eh, kenapa harga sama tapi kwalitasnya jadi jelek. Artinya, telah terjadi ketidakstabilan harga,” jelas dia.

Aziz menegaskan, solusi yang harus dilakukan adalah dengan membangun UKM-UKM yang berbasis kerakyatan. Melawan pemilik modal, harus dilakukan serentak dan bersama-sama. Salah satu upaya dengan koperasi yang dibentuk masyarakat atau para pemuda berbasis digital.

“Kita ingin pemuda Sumsel bersatu,  dan menyadarkan pemuda Sumsel untuk berjuang mengisi kemerdekaan dengan membangun ekonomi dari bawah. Cara berjuang dengan membangun ekonomi bangsa lewat tatanan koperasi berbasis digital,” sambung Aziz.

Seharusnya, jelas Aziz, bangsa sebesar Indonesia yang  pernah menorehkan peradaban Sriwijaya, lebih mapandari negara-negara kecil seperti Malaysia, Singapura, dan lainnya. Kondisi yang terjadi malah sebaliknya, mereka yang memiliki wilayah kecil, tapi menjadi penguasa perekonomian.

“Kita coba bersama -sama untuk menumbuhkan ekonomi umat.  Koperasi ini amanat konstitusi,  dalam Koperasi Sriwijaya Abad 21 ini pengelolaan profesional,  modern,  mutakhir.  Tidak terlalu sulit lagi bagi yang ingin mengajukan menjadi anggota untuk mengakses sistem koperasi ini. Karena menggunakan sistem digital.  Kita ingin pemuda dan orang dewasa menjadi penggeraknya, ” katanya.

Dia berharap, lewat koperasi kepemudaan akan terbentuk para pebisnis handal, dan mampu menciptakan berbagai produk yang berkwalitas dan memberi manfaat secara luas bagi masyarakat.

Acara itu juga diisi oleh dua orang narasumber lainnya, yakni Agung Prihatna, calon Doktor Muda dari Jakarta, dan Unggul Sagena, Mantan Ketua PPI Estonia. (Buy)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Beli Minyak Goreng Dengan Bank Mega Bisa Hemat 10 Persen

Palembang, Detik Sumsel – Kenaikan harga minyak goreng yang terus meroket, seiring meningkatnya harga buah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *