Bantah Ada Dugaan Permainan, Laporan Keterlibatan ASN Distop | Detik Sumsel
BNI"
masyarakat yang membuat laporan ke Bawaslu Palembang terkait dugaan keterlibatan ASN

Bantah Ada Dugaan Permainan, Laporan Keterlibatan ASN Distop

Palembang, DetikSumsel – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang, membantah adanya dugaan permainan, terkait tidak dilanjutkannya laporan dugaan keterlibatan ASN pada salah satu calon anggota legislatif (caleg) salah satu parpol.

“Tidak bisa dilanjutkan karena, mereka tidak bisa menghadirkan saksi yang lainnya. Saksi mereka hanya satu, trus RT yang bikin pernyataan menarik lagi surat pernyataannya. RT nya dipanggil tidak datang, kabarnya hilang RTnya,”terang Sri Maryati anggota Bawaslu Kota Palembang, divisi hukum, data informasi kepada DetikSumsel, melalui sambungan seluler, Selasa (28/5).

“Saksi yg mereka hadirkan hanya satu, dan menurut hukum, satu saksi itu bukan saksi,alat bukti mereka kurang,”sambungnya.

Menurut perbawaslu jelasnya, Bawaslu hanya bisa mengundang 2 kali saksi. dan Bawaslu tidak punya kewenangan untuk memanggil paksa saksi.

Dari hasil kajian awal ungkapnya, yang berdasarkan UU dan perbawaslu 7, tsyarat formil materilnyo tercukupi apo idak trus dugaan pelanggarannya kemano apakah etik,administrasi,pidana atau UU lainnya, bila cukup baru dilakukan register, setelah itu, dilakukan undangan klarifikasi terhadap pelapor, saksi dan terlapor. Jika sekali tidak hadir, akab dilakukan undangan yang ke dua. Setelah itu,  lakukan kajian akhir dan diputuskan dalam rapat pleno bawaslu.

“Berdasarkan hasil kajian dan hasil rapat pleno laporan dugaan ketrlerlibatan ASN distop,”jelasnya.

Diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, Salah satu masyarakat di Kota Palembang, membuat laporan ke Bawaslu Kota Palembang, terkait dugaan pelanggaran TSM dalam Pileg.

“Saya punya bukti jelas dan tegas. Sebuah surat pernyataan ketua RT 13 RW 02 Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati, dimana RT tersebut diperintahkan oleh Lurah Ogan Baru untuk mencari suara guna memenangkan caleg DPRD Sumsel dapil Sumsel 1, dari PDIP,”terang Yudha Permata usai membuat laporan di Bawaslu Kota Palembang, sebagaimana dalam pemberitaan DetikSumsel sebelumnya, Kamis 9 Mei kemarin.

Selain itu, ia juga melaporkan dugaan mobilisasi ASN oleh partai Demokrat. Ia mengaku memiliki bukti chat grup what’s up Forum RT kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning. Dimana salah satu chat tersebut, lurah Talang Aman meminta RT menyiapkan saksi untuk partai Demokrat.

“Mobilisasi ASN yang dilakukan oleh partai Demokrat pada ASN sangat terstruktur, sistematis dan masif (TSM).Tentu ini sudah menciderai pemilu kita yang sudah menelan biaya triliuan. Saya sebagai masyarakat meminta Bawaslu Palrmbang menindaklanjuti laporan ini,”imbuhnya.(Pen)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Dua Hari Tak Pulang, Sukiswo Ditemukan Tak Beryawa di Kebun Kopi

Pagaralam, Detik Sumsel – Selasa (7/12) malam sekitar pukul 22.00 WIB, warga Desa Cawang Baru, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *