Bantu Rusak Sel Polda, Dua Wanita ini Di Penjara16 Bulan | Detik Sumsel
Pemprov
Zumrotus Ida Wahyuni alias Pesek dan Siti Mutafarikoh pelaku pengrusakan sel Narkoba Polda. F:Poetra/Detik Sumsel
Zumrotus Ida Wahyuni alias Pesek dan Siti Mutafarikoh pelaku pengrusakan sel Narkoba Polda. F:Poetra/Detik Sumsel

Bantu Rusak Sel Polda, Dua Wanita ini Di Penjara16 Bulan

Palembang, Detik Sumsel, – Dua terdakwa yang ikut membantu melakukan pengrusakan sel tahanan Ditres Narkoba Polda Sumsel yakni Zumrotus Ida Wahyuni alias Pesek dan Siti Mutafarikoh, masing masing dijatuhi hukuman selama 1 tahun dan 4 bulan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Hotnar Simarmata SH.Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (7/11).

“Perbuatan terdakwa I Zumrotus Ida Wahyuni dan terdakwa II Siti Mutafarikoh ITI terbukti melanggar Pasal 170 Ayat (1) Jo. Pasal 56 ke-2 KUHP pidana. Menjatuhkan pidana penjara terhadap kedua terdakwa selama 1 tahun dan 4 bulan dikurangi terdakwa menjalani masa tahanan,”ujar majelis hakim Hotnar.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Purnama Sofyan SH MH yang menuntut kedua terdakwa selama 2 tahun.Baik JPU maupun penasehat hukum terdakwa langsung menerima putusan hakim. Sebelumnya, dalam dakwaan JPU perbuatan kedua terdakwa bermula pada Sabtu tanggal 14 Juli 2018 sekira pukul 16.00 WIB, Terdakwa I Zumrotus Ida Wahyuni Alias Pesek memesan tiket secara online di aplikasi Traveloka dan mendapat tiket dengan Maskapai Penerbangan Lion Air tujuan dari Surabaya ke Palembang senilai sekitar Rp 1.400.000 dengan jadwal keberangkatan pada hari Minggu tanggal 15 Juli 2018 pukul 08.00 WIB. Kemudian sekira pukul 18.30 WIB, Terdakwa I Zumrotus Ida Wahyuni Alias Pesek kembali mendapat pesan singkat BBM dari Andik Hermanto Alias Andik Alias Kentir yang berisikan “Udah dapat tiket belum?” dan Terdakwa I Zumrotus Ida Wahyuni Alias Pesek menjawab “Sudah!”.
Kemudian pada hari Senin tanggal 16 Juli 2018 sekira pukul 12.00 WIB.

Kemudian pada hari Senin tanggal 16 Juli 2018 sekira pukul 20.00 WIB, Andik Hermanto Alias Andik Alias Kentir meminta izin kepada petugas piket jaga yaitu Jimmy Wijaya, Jakariah dan Zulfahmi Lubis untuk ke kamar mandi dengan alasan untuk buang air kecil namun alasan yang sebenarnya Andik Hermanto Alias Andik Alias Kentir akan menemui Terdakwa I Zumrotus Ida Wahyuni Alias Pesek di kamar mandi nomor 2, lalu Andik Hermanto Alias Andik Alias Kentir diantar oleh Jimmy Wijaya ke kamar mandi dan masuk ke kamar mandi nomor 2.

Pada saat di dalam kamar mandi nomor 2 tersebut, Terdakwa I Zumrotus Ida Wahyuni Alias Pesek menyerahkan 1 (satu) buah mata bor panjang sekira + 40 cm yang dililit lakban warna hitam kepada Andik Hermanto Alias Andik Alias Kentir.

Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 17 Juli 2018 sekira pukul 01.00 WIB, Muhammad Nazwar Syamsu Alias Letto, Moeh. Hasanudin Alias Hasan Alias Bopak, Ony Kurniawan Alias Subagyo Alias Ony, Candra Susanto Alias Candra Alias Memet, Andik Hermanto Alias Andik Alias Kentir dan Trinil Sirna Prahara Alias Trinil (Penuntutan dilakukan terpisah) secara bergantian melubangi dinding sel tahanan sementara tersebut dengan cara mata bor yang sudah dililit dipukulkan ke dinding sel dengan menggunakan keran air yang juga dililit dengan kain selain itu dinding sel tersebut ditendang secara bergantian hingga terbentuk lubang pada dinding sel dengan ukuran diameter kurang lebih 20 (dua puluh) cm. Kemudian saat Andik Hermanto Alias Andik Alias Kentir mencoba lubang pada dinding tersebut dengan cara mengeluarkan kaki kanannya, di saat yang bersamaan petugas piket jaga yaitu Jimmy Wijaya, Jakariah dan Zulfahmi Lubis yang mendengar suara dentuman yang keras dari arah dinding sel tahanan sementara tersebut langsung melakukan pengecekan kearah luar dinding dan melihat ada lubang pada dinding sel dengan ukuran diameter kurang lebih 20 (dua puluh) cm dan ada kaki Andik Hermanto Alias Andik Alias Kentir pada lubang tersebut. Kemudian Jimmy Wijaya, Jakariah dan Zulfahmi Lubis langsung mengamankan Muhammad Nazwar Syamsu Alias Letto, Moeh. Hasanudin Alias Hasan Alias Bopak, Ony Kurniawan Alias Subagyo Alias Ony, Candra Susanto Alias Candra Alias Memet, Andik Hermanto Alias Andik Alias Kentir dan Trinil Sirna Prahara Alias Trinil dan dilakukan pemeriksaan dalam ruang sel tahanan tersebut dan ditemukan 1 (satu) buah mata bor panjang sekira + 40 cm, 1 (satu) buah keran air silver dan potongan kain sarung warna hijau.(vot)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Menuju KNH 2021, Perhumas Usung Semangat Resiliensi dan Optimisme untuk Indonesia

Jakarta, Detik Sumsel- Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) menggelar kick-Off Menuju Konvensi Nasional Humas (KNH) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *