Banyak Pintu Masuk, Pagaralam Jadi Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

Iklan detik Sumsel

Pagaralam, Detik Sumsel – Tercatat sudah beberapa bulan belakangan ini, penyalahgunaan dan peredaran ganja kembali marak akhir-akhir ini di Kota Pagaralam. Hal ini terbukti dengan hampir tiap release polisi yaitu kasus penangkapan pelaku/pengedar ganja yang meresahkan warga kota Pagaralam.

Tak hanya itu sepanjang 4 bulan ini, terhitung sudah 28 orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyalahgunaan narkotika dan pengedar juga pengguna jenis ganja. Satu diantaranya adalah warga provinsi Lampung. Dengan jumlah ganja yang diamankan dari tujuh tersangka tersebut sebanyak satu kilo gram.

Kasat Narkoba Polres Pagaralam Iptu Sutioso mengatakan, masuknya ganja di kota Pagaralam dengan rentang wilayah Pagaralam yang panjang, Daerah yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga.

Menurutnya, maraknya peredaran ganja dikarenakan pengawasannya cukup sulit. Dimana hanya melibatkan Satuan Narkoba, sementara  pintu masuk sangat banyak.

“Faktor geografis di Kota Pagaralam yang memungkinkan banyak akses yang  bisa dimasuki oleh warga kabupaten tetangga untuk menyuplai ganja  ke kota Pagaralam.”katanyanya, Senin (18/7)

Dikatakan, 90 persen ganja yang masuk ke Pagaralam berasal dari kabupaten tetangga. Hal ini dikarenakan di duga kabupaten tetangga memiliki ladang ganja.  Karena itu, upaya untuk meminimalisir peredaran ganja yakni berkoordinasi dengan lintas satuan yang melakukan pengawasan di wilayah  perbatasan seperti Polsek, serta peran instansi juga masyarakat umum.

“Saya selalu menekankan kepada anggota untuk memperkuat jaringan dalam kota. Hal ini untuk mengetahui masuknya ganja, dengan informasi yang anggota dapat sehingga kita melakukan mapping atau pemetaan dan mengawasi gerak gerik pelaku,”ujarnya.

Menurut Kasat Narkoba, orang yang sudah berkecimpung di dunia ganja sekalipun ia sudah masuk dalam sel tahanan, tetap bisa mengendalikan ganja dari dalam sel dan mengarahkan orang-orang yang dikenalnya.

Kasat Narkoba menyebut, sebanyak 50 persen jaringan pemakai dan pengguna ganja adalah anak muda. Hal ini diakibatkan  pergaulan dan minimnya pengawasan dari orang tua.

“Fungsi utama meminimalisir peredaran ganja masuk ke Pagaralam adalah edukasi control orang tua terhadap anak-anaknya, selalu awasi keberadaan anak-anaknya agar tidak terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kota Pagaralam,”jelasnya.

Dikatakan, ganja yang masuk  ke Pagaralam melalui jalur tikus dan masuk lewat jalur alternatif. Dengan pola, pelaku menjemput  ganja ke kabupaten tetangga untuk transaksi.

“mereka bertransaksi narkoba susah melalui kontak telpon dan ada yang menjemput langsung dan ada juga langsung di hantarkan ke penggunanya,”ungkapnya.

Kasat Narkoba juga memberikan nomor kontak person bagi masyarakat yang melihat langsung pergerakan mencurigakan, terkait peredaran narkoba agar segera menghubungi nomor 0853 6600 3350 melalui aplikasi whats app yang terhubung langsung kepada Kasat Narkoba IPTU Sutioso SH MH M.Si.

“Kami berharap banyak kepada masyarakat untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba,agar masyarakat menghubungi langsung ke nomor yang tertera melalui aplikasi Whats app yang terhubung langsung ke saya.”pungkasnya.(rendi)

Komentar