Belasan Pejabat Prabumulih Ramai-ramai Mengundurkan Diri | Detik Sumsel
BNI"
Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH saat dikonfirmasi awak media usai melakukan giat senam bersama di halaman Pemkot Prabumulih. (Ichal/detiksumsel)
Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH saat dikonfirmasi awak media usai melakukan giat senam bersama di halaman Pemkot Prabumulih. (Ichal/detiksumsel)

Belasan Pejabat Prabumulih Ramai-ramai Mengundurkan Diri

#Diduga Terlibat Politik Praktis

Prabumulih, Detik Sumsel – Sejumlah pejabat dari eselon II hingga IV di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih mulai gelagapan. Pasalnya, Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM dengan tegas menyarankan sejumlah pejabat yang selama ini diduga berpolitik praktis dan memihak kotak kosong agar mengundurkan diri.

Hal itu disampaikan oleh orang nomor satu di Kota Nanas ini saat menggelar apel mingguan di Halaman Pemkot Prabumulih, pada Kamis (28/08). Ridho menyebut mengundurkan diri secara kesadaran sendiri lebih bijak dilakukan daripada harus di copot dari jabatan. Hal tersebut disampaikan Ridho Yahya lantaran mereka dianggap tidak akan bisa diajak bekerjasama dalam membangun Kota Prabumulih.

Usai mendengarkan arahan tersebut, sejumlah pegawai yang notabene adalah pejabat yang diduga terkait melakukan politik praktis pun saat Pilkada Kota Prabumulih 2018 mulai mengajukan pengunduran diri. Akibatnya secara otomatis sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Prabumulih mengalami kekosongan.

“Bahkan saat pidato tersebut Pak Walikota dengan gamblang menyebut sejumlah instansi yang diduga tidak pro dengan kepemimpinan beliau. Makanya hari ini banyak pejabat yang mengajukan pengunduran diri,” ujar salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya kepada Detik Sumsel, Jumat (28/9/2018).

Menurut sumber itu, dalam pidatonya walikota juga mempertanyakan kesalahan dirinya selama menjabat sebagai Walikota Prabumulih sebelumnya. Padahal, selama ini para pejabat tersebut telah diberikan kepercayaan dengan diberikan jabatan. Namun, mereka malah berkhianat dan pejabat-pejabat yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) itu justru memilih untuk berpolitik praktis dengan berpihak kepada kotak kosong.

“Tentunya mereka yang merasa berkhianat tentunya merasa tidak nyaman. Kalau saya jadi mereka lebih baik dengan kesadaran sendiri memilih untuk mundur. Sebetulnya masih baik beliau itu karena meminta mundur sebelum dicopot, kalau dicopot pasti malu,” jelas sumber itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (DKPSDM) Pemkot Prabumulih, Heri Marham ketika dikonfirmasi membenarkan jika hingga Jumat siang ada sekitar 15 pejabat yang mengundurkan diri dari jabatannya.

“Sudah kita proses sebanyak 13 pejabat dan 2 berkas baru masuk, kebanyakan yang mengundurkan diri setingkat Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Bagian (Kabag),” ungkapnya.

Heri mengaku, sejumlah nama yang mengajukan pengunduran diri itu ada yang sudah masuk sebelum Walikota menyampaikan arahannya. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah pejabat yang mengundurkan diri akan bertambah.

“Jelasnya begitu mendapat berkas dan perintah pimpinan ya kita proses. Mengenai apa alasannya kita tidak tahu serta tidak mau berkomentar lebih jauh,” bebernya.

Terpisah, Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH saat dikonfirmasi terkait banyaknya pejabat ASN yang mengajukan mengundurkan diri membenarkan hal tersebut. Menurut Fikri, hal itu dilakukan lantaran tidak adanya lagi kekompakan yang dirasakan di lingkungan Pemkot Prabumulih.

“Daripada tidak seiring sejalan dengan kita lebih baik mundur saja. Kita tidak memaksa namun hanya mengingatkan mereka saja. Kalau mereka sadar dengan kesalahannya silahkan mundur. Kalau akhirnya mereka mengundurkan diri dengan ikhlas ya kita bersyukur, artinya mereka sadar bahwa kemarin mereka memang tidak mendukung kita,” imbuhnya.

Masih kata Fikri, untuk menjalankan roda pemerintahan dan membangun Kota Prabumulih dibutuhkan orang-orang yang loyalitas terhadap pemimpinnya. Untuk itu, pihaknya akan benar-benar konsisten dalam memilih dan menyeleksi pegawai yang akan diberikan amanah dalam jabatannya.

“Sebagai pemimpin kita tidak ingin gegabah dan gagal. Karena kegagalan seorang pemimpin itu adalah salah dalam memilih orang-orang disekelilingnya. Untuk itu kami ingin SDM yang berkualitas dan loyalitas. Untuk apa kita memilih mereka yang bermuka dua yang hanya bisa mencari muka tanpa ada bebet dan bobot dalam menjalankan tugasnya,” tandas Fikri. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

SAPMA PP Sumsel Minta Junimart Girsang Belajar Lagi Nilai – nilai Pancasila

Palembang, Detik Sumsel — Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila Sumatera Selatan ikut dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *