Berkah Penjual Jamu Gendong Ditengah Pandemi Virus Corona | Detik Sumsel
Pemprov
Yumi penjual jamu gendong keliling di kota Palembang

Berkah Penjual Jamu Gendong Ditengah Pandemi Virus Corona

Palembang, Detik Sumsel — Lebih dari setahun virus Corona atau Covid 19 mewabah di dunia. Virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan negara Tiongkok ini sudah merenggut jutaan nyawa manusia didunia akibat terinfeksi virus mematikan ini.

Selain merenggut jutaan nyawa manusia, pandemi Covid 19 yang mewabah diseluruh penjuru dunia ini juga merubah tatanan kehidupan manusia dari segala aspek mulai dari aspek, sosial, politik, budaya dan aspek ekonomi yang sangat terdampak banyak usaha yang menutup usahanya, terutama usaha pariwisata.

Dibalik musibah pasti ada berkah itu, seperti yang dialami penjual jamu gendong. Dalam situasi wabah ini, jamu gendong banyak dicari masyarakat. Sebab, jamu gendong mampu meningkatkan imunitas tubuh agar tidak terkena virus Corona. Ditengah pandemi penjualan jamu gendong meningkat dari sebelum Covid 19 merebak

Seperti yang dialami Yumi (67) penjual jamu gendong keliling di kota Palembang mengaku ia menjual jamu gendong sejak puluhan tahun yang lalu jamu yang dijualnya merupakan racikannya sendiri dari tumbuhan alami seperti, kunyit, jahe, temulawak, kencur, kapulaga, brotowali, cabe jawa dan bahan lainnya.

Wartawan Detiksumsel.com berkesempatan berbincang dengan Yumi pedagang jamu gendong yang kebetulan berada di Mapolda Sumsel.

Menurut Yumi penjualan jamu gendong yang dijualnya sedikit meningkat dibandingkan sebelum virus Corona merebak. Meski meningkat ia tidak menaikkan harga jual jamu gendong yang dijualnya secangkir sedang jamu gendong lengkap dengan racikan dipatok dengan harga lima ribu.

“Dari sebelum ada corona sampai virus Corona merebak jamu gendong yang saya jual tetap lima ribu tidak saya naikkan harganya,”kata Yumi kepada DetikSumsel.com Rabu (8/9/2021).

Dikatakan Yumi, jamu gendong yang dijualnya diracik dari tumbuhan alami seperti, kunyit, jahe, temulawak, kencur, kapulaga, brotowali, cabe jawa dan bahan lainnya yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

“Jamu yang saya jual tidak mengandung bahan kimia karena dari tumbuhan alami jadi tidak ada efek samping bagi siapa saja yang minumnya. Jamu ini juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh termasuk menangkal virus Corona,”tambahnya.

Dalam sehari Yumi mengaku bisa menghabiskan 50 sampai 80 cangkir jamu yang dijajahkan keliling mulai dari kampung ke kampung sampai perkantoran. “Alhamdulillah banyak masyarakat masih minum jamu gendong. Saya dari pagi keliling kadang tidak sampai sore sudah habis,”bebernya.

Masih dikatakan Yumi, bahan bahan seperti kunyit, jahe, temulawak, kencur, kapulaga, brotowali, cabe jawa dan bahan lainnya dibeli dari pasar di olah secara tradisional bahan bahan ini setelah dicuci bersih lalu dihaluskan untuk diolah menjadi jamu.

“Setelah bahan diolah menjadi jamu, jamu lalu di masukan kedalam botol botol plastik, lalu disusun kedalam bakul gendong dan siap untuk dijajahkan. Saya keluar rumah dari jam tujuh pagi berjalan kaki untuk menjajahkan jamu,”tandasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Kurir Antar Paket Nyaris Tewas Ditembak Begal

Lahat, Detik Sumsel – Riko M (24) warga Desa Ulak Bandung, Kecamatan Kikim Barat, Kamis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *