Berkas Dua Oknum Kades Kasus Tambang Ilegal Dilimpahkan | Detik Sumsel
Pemprov
Penyidik Unit Pidsus Sat Reskrim Polres Lahat melimpahkan berkas dua oknum kKades terjerat kasus PETI ke Kejari Lahat, foto istimewa.

Berkas Dua Oknum Kades Kasus Tambang Ilegal Dilimpahkan

Lahat, Detik Sumsel – Perkara dua oknum Kades di Kecamatan Kikim Barat, terjerat kasus dugaan penambangan Galian C secara ilegal di desanya, yang diringkus Unit Pidsus Sat Reskrim Polres Lahat, Kamis (23/9) lalu, kini masuki babak baru. Berkas perkara kedua tersangka telah dilimpahkan (Tahap 1) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat.

Dua oknum Kades yang jadi tersangka itu yakni Saparudin (55) Kades Saung Naga dan Susanto (57) Kades Penantian, Kecamatan Kikim Barat. Keduanya terjerat perkara Ilegal Mining (PETI) Pasal 158 UU No 3/2020, tentang Perubahan UU No 4/2009 tentang Minerba.

Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Kurniawi H Burmawi Sik, disampaikan Kanit Pidsus, Ipda Chandra Kirana SH membenarkan, berkas kedua tersangka Ilegal Mining (PETI) sudah dilimpahkan ke Kejari Lahat, Selasa (5/10). Pihaknya kini menunggu hasil penelitian Jaksa, apabila dinyatakan ada kekurangan akan dilengkapi kembali.

“Sekitar 14 hari kedepan. Jika berkas dinyatakan lengkap oleh JPU, kedua tersangka dan barang bukti, akan kita limpahkan untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Lahat,” terang Chandra Kirana, Rabu (6/10).

Chandra mengimbau, kepada masyarakat yang ingin melakukan usaha baik pertambangan dan usaha lainnya, sebaiknya mengurus ijin terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang berkepentingan (berwajib).

“Jika tidak mau berizin, siap-siap akan kita tindak tegas,” ucap Chandra.

Berita sebelumnya, dua oknum Kades tersebut di jebloskan Unit Pidsus Satreskrim Polres Lahat ke balik jeruji besi, lantaran lantaran diduga lakukan penambangan Galian C secara ilegal di desanya. Sistemnya, pasir disedot dari sungai menggunakan Dompeng, kemudian di alirkan melalui pipa ke daratan yang disaring, lalu dimasukkan ke dalam mobil angkut.

Penambangan ilegal itu sudah dilakukan tersangka sekitar 2-3 tahun, dengan hasil penambangan untuk keperluan pribadi. Kedua tersangka kini terancam lima tahun kurungan penjara. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Tak Perlu Panic Buyying, Solar Aman dan Tersediah Hingga Akhir Tahun

Palembang, Detiksumsel – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) mengakui memang ada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *