Berkebun Sawit di Hutan Produksi, Pensiunan PLN Diamankan Tim Gakkum KLHK Wilayah Sumsel | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Alat berat milik BS yang digunakan untuk menggarap perkebunan kelapa sawit dihutan produksi di Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin

Berkebun Sawit di Hutan Produksi, Pensiunan PLN Diamankan Tim Gakkum KLHK Wilayah Sumsel

Palembang, Detik Sumsel — Tim Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Seksi wilayah III Sumsel berhasil mengamankan BS (66) pelaku penggarapan lahan perkebunan sawit didalam hutan produksi, kawasan Lalan, Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin Jumat (2/3).

Lahan perkebunan kelapa sawit seluas 206 hektare yang digarap BS selama lima tahun dihutan produk tanpa memiliki izin dari dinas kehutanan.

Plh Gakkum LHK Sumatera seksi wilayah III Edi Sofyan mengatakan BS pemilik lahan perkebunan kelapa sawit seluas 206 hektare telah menggarap kebun sawit dilokasi hutan produksi secara illegal selama lima tahun. Saat diminta untuk menunjukkan dokumen resmi dari dinas kehutanan begitu juga dokumen penggunaan alat berat BS tidak bisa menunjukkan nya.

Baca Juga :   Sport Climbing Sumsel Potensi Medali

“Dari pengakuan BS lahan tersebut ia beli dengan mantan Camat disana lima tahun lalu sebesar Rp 1,2 M . Usai ditangkap pensiunan PLN itu sekarang sudah dititipkan di Rutan Pakjo,”ujarnya.

Dilahan yang telah digarap BS, Tim Gakkum KLHK juga mengamankan barang bukti satu unit ekskavator (alat berat), pompa air , dompeng dan buku catatan jual beli buah sawit.

“Lahan perkebunan kelapa sawit yang digarap BS sudah menghasilkan dengan menjual buah sawit yang digarap nya,”terangnya.

Setelah dilakukan gelar perkara dan dua alat bukti sudah ditemukan BS secara resmi sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus ini masih ada satu saksi lagi yang berstatus sebagai PNS akan diperiksa.

Baca Juga :   Diteriaki Korbannya, Pelaku Jambret Ini Babak Belur Dihajar Massa

“Atas perbuatannya BS dikenakan pasal 92 ayat (1) huruf a dan / atau huruf b Jo pasal 17 ayat (2) huruf a dan / atau huruf b Jo pasal 17 ayat (2) huruf a dan / atau huruf b Undang-undang RI No 18 tahun 2013 pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, Jo Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama sepuluh tahun serta pidana denda paling sedikit 1,5 miliar dan paling banyak 5 miliar dan / atau pidana penjara paling singkat delapan tahun dan paling lama 15 tahun serta pidana denda paling sedikit 10 miliar dan paling banyak 100 miliar,”terangnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Bupati Panca Salurkan 33 Ribu Ton Beras ke Warga Ogan Ilir

Indralaya, Detik Sumsel- Bupati Ogan Ilir salurkan 33078 ton beras program pemerintah pusat untuk penerima …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *