Bersama Rakyat Miskin, HMI Cabang Palembang Darussalam Siap Kritik Penguasa | Detik Sumsel
Pemprov
Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) Cabang Palembang Darussalam

Bersama Rakyat Miskin, HMI Cabang Palembang Darussalam Siap Kritik Penguasa

Palembang, Detik Sumsel — Bertempat di gedung aula utama Dispora Provinsi Sumsel, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) Cabang Palembang Darussalam periode 1440 -1441 H / 2019 – 2020 M Sabtu (30/3) resmi dilantik oleh Sekjen Pengurus Besar HMI (MPO), Najamuddin Arfah.

Ketua Umum HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam Febri Walanda
menegaskan, hadirnya HMI (MPO) di Palembang ini salah satunya adalah untuk menjawab tantangan kemiskinan di Provinsi Sumsel. Untuk itu HMI bersama rakyat miskin siap mengkritik penguasa.

Diketahui Sumsel merupakan provinsi yang penuh akan sumber daya dan potensi, namun mirisnya angka kemiskinan masih begitu tinggi. Tercatat diakhir tahun 2018 kemarin 12,82% angka kemiskinan menggelayuti provinsi ini.

“Jumlah itu lebih besar daripada angka kemiskinan nasional yang tercatat sebesar 9,66%. Hanya satu kota yaitu Pagar Alam yang angka kemiskinannya di bawah angka kemiskinan nasional, yaitu 8,77%. Bahkan ada 5 kabupaten/kota di Sumsel ini yang angka kemiskinannya tembus diatas 15%. Di Palembang sendiri ada lebih dari 184 ribu KK yang terkategori miskin atau kurang mampu,”terang Febri Walanda.

Febri Walanda menegaskan bahwa posisi gerakan Mahasiswa itu seharusnya membersama rakyat miskin dan kecil, bukan bersama para penguasa.

“Hadirnya HMI Cabang Darussalam di Sumatera Selatan ini salah satunya untuk mencoba menjawab permasalahan itu (kemiskinan) dengan caranya sendiri sebagai suatu elemen gerakan mahasiswa,”

“Kedepannya HMI akan komit untuk menyoroti permasalahan kemiskinan di Sumsel pada umumnya dan Palembang pada khususnya, serta menjadi mitra kritis pemerintah untuk segera tanggap menyelesaikan permasalahan kemiskinan ini”, ujar pria kelahiran Kabupaten Lahat ini.

Sementara itu, Pendiri Pesantren Tahfidz Yatim Dhuafa Kiai Marogan H. Mgs. Ahmad Fauzan Yayan yang turut hadir dalam pelantikan mengatakan fungsi masjid dapat dijadikan sebagai lokomotif pemberantasan kemiskinan yang dihadapi oleh umat.

“Hal ini dimulai dengan basis databased jamaah berapa jumlah yang jamaah yang termasuk kategori fakir miskin. Lalu masjid menyusun program pemberdayaan melalui dana zakat, infak sedekah dan wakaf,”ucap pria yang juga Caleg DPRD Provinsi Sumsel dari Partai Keadilan Sejahtera ini.

Acara pelantikan ini juga dibalut dengan Diskusi Intelektual dalam Dialog Kebangsaan 2019 yang bertemakan, “Solusi Pengentasan Kemiskinan Indonesia dalam Perspektif Islam”, dengan narasumber

1.Awalil Rizky (Ketua II Perhimpunan BMT Se-Indonesia, Pengamat Ekonomi Nasional). 2.Ust. H. Kusworo Nursiddik, Lc., (Ketua Forum Zakat (FOZ) Wilayah Sumsel). 3. Ust. H. Mgs. Ahmad Fauzan Yayan (Pendiri Pesantren Tahfidz Yatim Dhuafa Kiai Marogan).(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Oknum Polwan Berpangkat AKBP Diduga Keroyok Warga Sipil, Ini Tanggapan Kapolda Sumsel

Palembang, Detik Sumsel — Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto menanggapi laporan masyarakat yang telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *