Berteknologi RISHA, Korban Gempa Cianjur Akan Dapat Rumah Tipe 36

Iklan detik Sumsel

Jakarta, Detiksumsel.com – Korban gempa Cianjur dipastikan akan mendapat perbaikan untuk rumah yang hancur maupun rusak berat.

Hal ini dipastikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Basuki Hadimuljono mengatakan jika perbaikan rumah nanti dengan standar tahan gempa atas perintah Presiden.

“Yang rusak berat, yang runtuh, yang harus direlokasi itu harus dibangun baru dengan standar tahan gempa dari PUPR, itu perintah Presiden,” ucapnya, Rabu (23/11/2022) lalu.

Sementara untuk korban dengan rumah rusak ringan akan mendapatkan bantuan dana hingga Rp 50 juta yang akan menjadi tanggung jawab Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan jika rumah untuk korban gempa Cianjur akan dibangun dengan luas bangunan 36 meter persegi dengan lahan 80 meter persegi.

Saat ini Pemprov Jawa Barat sudah menyiapkan lahan seluas 2,5 hektar di Kecamatan Cilaku, Cianjur.

Lahan seluas itu diperkirakan cukup untuk membangun 200 unit rumah, sehingga ada 80 unit rumah per hektar tanahnya.

“Tanah yang sudah disiapkan ada 2,5 hektar, sementara ini di Kecamatan Cilaku, seberang Cugenang karena disitu cukup padat dan tidak mudah mencari tanah,” ucapnya.

Rumah tersebut akan dibangun dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat Tahan Gempa (RISHA) yang telah terbukti berhasil membuat bangunan dua sekolah di Cianjur tetap kokoh berdiri pasca-gempa melanda.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Kementerian PUPR telah menyediakan stok modul-modul RISHA di beberapa lokasi sebagai antisipasi ketika dibutuhkan segera.

Pemasangan RISHA juga dikatakan membutuhkan lebih sedikit waktu dibandingkan pembangunan rumah menggunakan teknik konstruksi konvensional.

Untuk proses land clearing, Kementerian PUPR telah menunjuk PT Brantas Abipraya sebagai pelaksana dan sudah mulai digarap.

Tanah yang telah disediakan oleh Pemda bakal dilakukan penetapan lokasi (penlok) terlebih dahulu sebelum mulai dibangun oleh Kementerian PUPR.

Komentar