BI Dorong Pesantren Bisa Mandiri Lewat Hebitren | Detik Sumsel

PKN
Pemprov
Pengukuhan tersebut menetapkan Izzah Zen Syukri sebagai Dewa Perwakilan Wilayah DPW Hebitren Sumsel.

BI Dorong Pesantren Bisa Mandiri Lewat Hebitren

Palembang, Detik Sumsel- Bank Indonesia bersama Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) bersinergi mendorong kegiatan ekonomi syariah yang dimotori kalangan pesantren. Hal ini dibuktikan melalui Pengukuhan dan Musyawah Kerja Wilayah Herbitren Sumatera Selatan.

Pengukuhan tersebut menetapkan Izzah Zen Syukri sebagai Dewa Perwakilan Wilayah DPW Hebitren Sumsel, yang didampingi delapan orang pengurus lainnya sebagai wakil ketua, sekretaris, dan bendahara yang berasal dari berbagai pondok pesantren seluruh Sumatera Selatan.

Diharapkan, kehadirannya bisa berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumsel.

Bank Indonesia mendukung dan memfasilitasi untuk menyukseskan program pengembangan ekonomi syariah melalui Herbitren,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo saat pengukuhan Hebitren di Pondok Pasantrem Al- Ihsaniyah Al-Qur’an Al – Akbar Gadus, Jumat (11/6)

Dikatakanya sejalan dengan lima pilar yang mendukung pertumbuuhan ekonomi. Yakni pengendalian inflasi, pengembangan ekspor, pengembangan ekonomi syarih, ekonomi digital, dan inklusivitas. Ekonomi syariah menjadi sumber baru dalam mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga :   7 Hari Jelang Pemilu, Pertamina Gelar Apel Siaga Serentak

Ditambahkanya, fokus utama yakni mendorong pengembangan dan penguatan usaha syariah berbagai lini termasuk pesantren. Melalui pengelolaan kesinambungan aktivitas ekonomi dan keuangan usahanya sesuai nilai dan prinsip dasar syariah.

”Oleh karena itu ponpes perlu dihimpun dalam suatu wadah, yaitu Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) ini,” katanya.

Sementara iru Sekretaris Jenderal DPP Hebitren nasional, KH. GsBC Reza Fahlipi Bakhtiar mengatakan

Dengan adanya Hebitren ini pasantren bisa mandiri dalam bentuk usaha yang mandiri, dan bisa memenuhi kebutuhan internal pondok dan kalau bisa keluar pondok.

“Kita berharap jika Pasantren bisa memenubi kebutuhan mereka dan bisa mendorong perekonomian yang mandiri dari lingkungan pasantre.”katanys

Baca Juga :   Furnitur Perumahan Sumbang Penjualan Terbesar di Informa

Saat tercatat ada 1.500 pasantren yang sudah tergabung dalam Hebitren, dan untuk Sumsel hampir seluruh kabupaten kota sudah memiliki hebitren.

Dengan hebitren ini diharapkan bisnis pasantren bisa memperkuat pasar produk pasantren, dan bagaimana bisa memperkuat pembiayaan pasatren lewat Wakap dan infak, dan bagaimaba meningkatkab sumber daya manuasia dan meningkatkan keperdulian terhadap peningkatan produk pasantren.

Pondok Pasantren katanya memiliki banyam sektor yang bisa dikembangkan diantaranta, sektor pertanian, sektor pertanian organik yang natural, dan sektor lainya.

“Pengembangan Hebitren diharapkan memunculkan beragam pengembangan usaha di setiap hebitren sesuai dengan potensinya. Memiliki sektor usaha unggulan strategis hingga platform online maupun offline untuk meningkatkan konektivitas bisnis antara pesantren dan terpenting
bisa juga peningkatan kemampuan akses ke lembaga keuangan syariah,”Tutupnya (May)



H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

GasKita PT. PGN Targetkan Pasangan 400 Ribu Jaringan Gas Rumah

Palembang, Detik Sumsel – Program pengembangan gas alam terus dilakukan Perusahaan gas negara (PGN), termasuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.