BOPI Sebut Sriwijaya FC dan Dua Klub Liga 2 Ini Masih Ada Tunggakan pada Pemain | Detik Sumsel
Pemprov
Foto ilustrasi

BOPI Sebut Sriwijaya FC dan Dua Klub Liga 2 Ini Masih Ada Tunggakan pada Pemain

Palembang, Detik Sumsel-Kick off kompetisi Liga 2 2019 yang rencananya akan dimulai akhir pekan ini (23/6) terancam batal digelar dan harus diundur pelaksanaannya.

Setelah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menyatakan belum dapat menerbitkan surat rekomendasi penyelenggaraan kompetisi Liga 2 2019, sesuai permohonan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

Seperti yang tertera dalam surat dikirimkan BOPI, Rabu (19/6) Nomor : 021/BOPI/KU/VI/2019 dan ditandatangani langsung Richard Sam Bera selaku ketua umum, kepada direktur PT. LIB Dirk Soplanit.

Dalam surat tersebut BOPI menyebutkan, berdasarkan proses verifikasi yang dilakukan pihaknya terhadap klub Liga 2 dan PT. LIB. Serta rapat final yang dilakukan BOPI, Rabu (19/6).

Maka BOPI menyatakan, belum dapat menerbitkan surat rekomendasi penyelenggaraan kompetisi Liga 2 2019, sesuai permohonan PT. LIB.

“Alasannya, belum adanya penyelesaian yang kongkrit terhadap tunggakan gaji 17 pemain oleh klub PSMS Medan, yang disetujui oleh pihak pemain (dalam hal ini diwakili oleh APPI) dan pihak klub,”tulisnya.

Selain PSMS, BOPI juga menyebut permasalahan yang sama juga terjadi pada PSPS Riau, yakni tunggakan terhadap 12 orang pemain. Serta Sriwijaya FC, dua orang pemain.

Terkait permasalahan tersebut, BOPI menyatakan masih memberikan kesempatan secepatnya kepada pihak-pihak terkait (PT.LIB, klub dan APPI).

Untuk segera berkoordinasi dan menghadirkan dokumen sesuai yang diperlukan, guna mendapatkan rekomendasi penyelenggaraan kompetisi Liga 2 2019.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya. Terkait pemberitaan yang beredar saat ini dimana dua mantan pemain Sriwijaya FC yakni Maldini Pali dan Yanto Basna yang mengaku belum mendapatkan hak mereka, Manajemen PT. Sriwijaya FC Optimis Mandiri (PT. SOM) akhirnya angkat bicara.

Sekretaris PT. SOM Faisal Mursyid, menjelaskan bahwa permasalahan kedua pemain tersebut sebenarnya telah lama selesai. Misalnya persoalan gaji Maldini Pali, Faisal Mursyid mengatakan bahwa terkait dengan tindakan indisipliner yang dilakukan, sesuai perjanjian kerja, hak dan kewajiban Maldini Pali dianggap selesai.

“Terkait Maldini Pali, yang bersangkutan pada bulan Juni 2017 mengalami masalah. Sehingga dari Sriwijaya FC, yang bersangkutan pindah ke Persiba Balikpapan. Masalah yang bersangkutan adalah pelanggaran terhadapan perjajian kerja antara kedua pihak. Sehingga semua hak dan kewajiban antara kedua pihak dianggap selesai dan masalah yang bersangkutan, diselesaikan secara damai.” ujar Faisal Mursyid, melalui video yang dirilis oleh SFC Tv.

Berbeda dengan Maldini Pali yang perjanjian kerjanya berakhir dikarenakan indisipliner, sehingga mengakibatkan semua hak dan kewajibannya selesai, permasalahan Yanto Basna disebabkan oleh PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) sebagai operator liga tertinggi sepak bola di Indonesia, belum membayarkan subsidi kepada Sriwijaya FC yang telah diminta untuk dikirimkan langsung kepada pemain yang berposisi di lini belakang itu.

“Masalah Yanto Basna ini, juga terjadi di tahun 2017. Dia mengundurkan diri dari Sriwijaya FC di awal Januari. Dia meminta gaji pada bulan Desember untuk dibayar. Namun dikarenakan kondisi keuangan klub, maka kami meminta PT. LIB untuk membayar secara langsung kepada Yanto Basna, yang dipotong dari subsidi kepada Sriwijaya FC. Sampai saat ini, PT. LIB belum membayar kepada saudara Yanto Basna.” terang sosok yang akrab disapa dengan panggilan Uda itu.

Dia menambahkan, pihaknya akan memberikan surat kepada PT. LIB terkait permasalahan ini. “Besok (18/6)), kami akan mengirimkan surat kepada PT. LIB agar tunggakan satu bulan gaji saudara Yanto Basna dapat dibayar oleh mereka.” tutup Faisal Mursyid.(iyop/ohs/net)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Ini Pesan Rektor UIN RaFa ke 1.008 Wisudawan dan Wisudawati

Palembang, Detik Sumsel- Civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali menggelar proses …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *