BREAKING NEWS : Siswa SMP di OKU Selatan Ditemukan Tewas Dimutilasi, 11 Hari Tak Pulang Ke Rumah

Iklan detik Sumsel

Muaradua, Detiksumsel.com —  Warga Desa Pematang Danau Kecamatan Sindang Danau OKU Selatan (OKUS) heboh dengan penemuan sesosok mayat dengan sebagian tubuh sudah terpotong dan terpisah.

Penemuan mayat ini pertama kali ditemukan Zul (40) warga yang pertama kali menemukan mayat tersebut disebuah ladang.

“Pak Zul yang pertama kali menemukan mayat tersebut , seperti biasa ingin mengecek kebunnya yang baru disemprot pestisida. Dia dan anaknya mencium bau busuk. Terus dicari-cari, melihat  potongan-potongan mayat manusia itu,” ungkap Ziplan Kades Pematang Danau.

Setelah memastikan kalau potongan-potongan itu merupakan mayat manusia, Zul langsung melaporkan ke pemerintah desa setempat. Setelah itu pemerintah desa melapor ke pihak Kepolisian.

“Mayat tersebut memang sebagian sudah membusuk, dan ada sebagian potongan-potongan badanya terpisah. Namun potongan-potongan itu masih ditemukan sekitar lokasi,” ujarnya.

Dari keterangan pihak kepolisian setempat dibantu pihak puskesmas, saat melakukan olah TKP, disebutkannya jika pihaknya saat ini belum bisa memastikan jika mayat tersebut merupakan korban pembunuhan yang dimutilasi.

Namun untuk mayat tersebut, sudah bisa dipastikan merupakan salah satu warga asal Desa Tanjung Bulan Sindang danau atas nama Aldi (16) yang sempat hilang beberapa waktu sebelumnya.

“Kalau apakah itu mayat koban mutilasi, kito belum tahu jelas. Bisa nanti dari pihak Polres. Namun yang jelas, untuk mayat itu sudah sudah diakui salah satu warga Tanjung Bulan, bapaknya atas nama Kusno, dan mayat tersebut sudah dibawa dan dikebumikan oleh keluargannya,” ungkapnya.

“Dari keterangan keluarganya benar, kalau anaknya yang masih  pelajar kelas 2 SMP ini, sudah hampir sekitar 10-11 malam hilang dan dicari oleh pihak keluarganya,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Mapolres OKU Selatan AKP Acep Yuli Sahara dikonfirmasi terkait kasus penemuan mayat tersebut, menjelaskan jika saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan kasus tersebut.

“Jadi untuk kasus penemuan potongan-potongan mayat tersebut. Ini benar ada dugaan kasus latar belakang pembunuhan, namun bukan korban mutilasi. Jadi potongan-potongan tubuh itu, ada dugaan terpisah karena binatang-binatang buas disana,” ungkapnya.

Terkait kasus pembunuhan tersebut, dijelaskan Acep saat ini pihaknya masih terus melakukan penangan. Dari pengembangan, pembunuhan tersebut juga, ada dugaan kuat dilajukan lebih dari satu orang. “Satu tersangka sudah kita amankan, ada satu lagi masih dalam pengejaran,” pungkasnya.

Komentar